Kecelakaan Pesawat Ethiopia dan Lion Air Sama Pemicunya

0
178
1552212018
1552212018

Sistem gres dalam Boeing 737 Max 8 yang menciptakan pilot kesulitan sebelum jatuhnya pesawat milik Lion Air Oktober 2018 kemungkinan juga aktif sebelum jatuhnya pesawat model yang sama milik Ethiopian Airlines.

Fitur gres dalam Boeing 737 Max itu disebut maneuvering characteristics augmentation system (MCAS), dan ketika ini menjadi fokus penyelidikan kecelakaan Lion Air di maritim Jawa yang menewaskan 189 orang, hanya 12 menit usai lepas landas.

Kepala Eksekutif Ethiopian Airlines Tewolde GebreMariam menyampaikan ia yakin bahwa MCAS “menurut pengetahuan kami” aktif dalam durasi pendek penerbangan 302 dari Addis Ababa.

MCAS secara otomatis memaksa hidung pesawat bergerak turun untuk mencegah terjun bebas atau stall, dan diperkenalkan Boeing untuk mengantisipasi posisi gres mesin 737 Max.

Mesin gres ini dirancang mampu menempuh jarak lebih jauh dan lebih hemat materi bakar, tetapi juga lebih besar dari sebelumnya sehingga dipasang lebih ke depan.

Laporan awal dalam penyelidikan perkara Lion Air mengindikasikan bahwa kesalahan sensor dalam membaca data dan cara kerja MCAS menciptakan pesawat jatuh ke laut.

GebreMariam yaitu pejabat tinggi Ethiopian Airlines pertama yang membenarkan bahwa MCAS memang aktif sebelum kecelakaan, meskipun ia menyampaikan bukti yang konklusif hanya mampu didapat dari hasil penyelidikan. Kotak hitam pesawat itu kini berada di Paris untuk dianalisis oleh agen kecelakaan udara BEA.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis maskapai tersebut, Senin (25/3), GebreMariam menyampaikan ia tidak ingin berspekulasi ihwal penyebab kecelakaan, tetapi “banyak pertanyaan ihwal pesawat 737 Max yang belum terjawab”.

Dia juga membantah anggapan bahwa pilot kecelakaan naas itu belum berlatih mengendalikan 737 Max.

“Berlawanan dengan pemberitaan di media, para pilot kami yang menerbangkan model gres itu dilatih di semua simulator yang sesuai. Para kru sudah terlatih baik untuk pesawat ini.”

BACA JUGA:  Gempa 4,2 SR Guncang Luwu Utara Sulsel

Lalu ia juga menegaskan tidak mewaspadai kapasitas Boeing sebagai produsen pesawat.

“Saya tegaskan: Ethiopian Airlines masih percaya pada Boeing.”

Boeing berencana memberi isyarat pada 200 pilot, pakar teknik, dan regulator dari seluruh dunia pekan ini soal perangkat lunak dan training gres untuk 737 Max. Lampu di kokpit yang akan memperingatkan kalau terjadi kesalahan sensor telah dipasang di banyak pesawat, termasuk armada American Airlines – tetapi tidak dibeli oleh Lion Air atau Ethiopian Airlines.

Pekan lalu, Garuda Indonesia menjadi maskapai pertama yang membatalkan pesanan 737 Max alasannya yaitu kekhawatiran masyarakat. Garuda gres mendapatkan satu dari 50 pesawat 737 Max yang dipesan senilai US$ 6 miliar.

Sebanyak 387 pesawat model ini dikandangkan di seluruh dunia menunggu hasil penyelidikan. Dalam pemeriksaan Lion Air didapati fakta sementara bahwa pilot kebingungan ketika hidung pesawat terus turun pada menit-menit terakhir sebelum jatuh ke laut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here