PMKRI Ajak Generasi Milenial untuk Makara Aktor Politik di Pemilu 2019

0
174
1554817747
1554817747

Perhimpunan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta bersama Pengurus Pusat PMKRI menyelenggarakan seminar nasional bertema “Peran Generasi Milenial dalam Menyukseskan Pemilihan Umum yang Jujur dan Damai” di Yogyakarta, Selasa (9/4/2019).

Seminar ini dihadiri oleh sejumlah narasumber, antara lain, Alfred Nabal dari Pengurus Pusat PMKRI, Astra Tandang dari PMKRI Cabang Yogyakarta, Komisaris Besar Rudi dari Polda DIY, Puguh Windrawan dari Hicon Law and Polity Strategic, Ahmad Sidqi dari KPU DIY, dan Indra Haryanto dari Dispora Kota Yogyakarta.

Seminar ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa di Kota Yogyakarta.

Alfred Nabal menyampaikan, tugas generasi milenial bukan hanya menjadi objek pasif yang sebatas menunjukkan laba elektoral bagi kontestan pemilu, tetapi sebagai subjek berdikari yang mempunyai kekuatan untuk menentukan arah pesta demokrasi.

“Generasi milenial yakni bintang film politik yang bisa mengarahkan Pemilu 2019 menjadi pemilu yang jujur dan damai,” kata Alfred.

Kemudian, Alfred menambahkan, tantangan yang dihadapi pemilu 2019 ini yakni golput dan upaya mewujudkan pemilu yang jujur dan damai. Sebagai bintang film politik, kata dia, generasi milenial merupakan tipe pemilih rasional.

“Keterlibatan mereka untuk ikut menunjukkan bunyi dalam pemilu 2019 turut membawa demokrasi kita ke arah yang lebih baik, sebab mereka akan menentukan sebab alasan-alasan rasional,” ungkap dia.

Selain itu, tugas penting lainnya dari generasi milenial diwujudkan melalui gerakan relawan mirip Kawal Pilpres dan Kawal Pemilu. “Saya mengajak sesama generasi milenial untuk terlibat menjadi relawan kawal pilpres dan kawal pemilu demi memastikan pemilu kita berlangsung jujur dan transparan. Kedua gerakan ini berbasis digital,” imbuh Alfred.

Puguh Windrawan dari Hicon Law and Polity Strategic mengkritisi masalah kampanye yang terlalu lama. Menurut dia, masa kampanye yang usang membuka ruang terjadinya konflik di masyarakat, munculnya isu-isu SARA yang berkepanjangan.

BACA JUGA:  Marcus/Kevin Juga Tembus ke Final

“Saya merekomendasikan masa kampanye dalam pemilu mendatang tidak terlalu lama,” papar Puguh.

Tangkal Hoax

Sementara itu, Ahmad Sidqi mengajak generasi milenial untuk ikut menangkal pemberitaan-pemberitaan hoax yang dialamatkan kepada KPU, terlebih hal-hal yang mendiskreditkan KPU sebagai penyelenggara negara.

“Di kala post truth, fakta-fakta diabaikan, yang muncul di publik yakni berita-berita bohong yang mengaduk emosi publik. Itu harus kita lawan,” tutur Ahmad.

Indra Haryanto mengajak generasi milenial untuk menjadi pemilih cerdas daripada menjadi pemilih pintar. “Pemilih cerdas berarti melihat orang (peserta pemilu) dari segi kelayakan, sedangkan pemilih cendekia menentukan kandidat menurut seni tipu daya dan tipu akal kancil yang beliau gunakan,” ungkap Indra

Kemudian, Astra Tandang memberikan pentingnya tugas generasi milenial dalam proses demokrasi di Indonesia, tidak hanya demokrasi prosedural mirip pemilu, tetapi juga demokrasi dalam arti yang lebih substantif.

“Peran generasi milenial pasca pemilu pun sangat penting untuk memastikan pemerintahan gres nanti berjalan dengan baik,” tutur Astra

Kombes Rudi mengajak generasi milenial untuk menjadi pengguna media umum yang baik dan ikut terlibat dalam pemilu 17 April 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here