Enam Kapal Ikan Asing Ditangkap di Perairan Natuna dan Selat Malaka

0
157
1554868172
1554868172

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap kapal ikan gila yang melaksanakan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing). Dua kapal ikan berbendera Vietnam dan dua kapal berbendera Malaysia ditangkap oleh dua kapal pengawas perikanan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara dan ZEEI Selat Malaka, Selasa (9/4/2019).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman, mengungkapkan, enam kapal tersebut ditangkap tanpa dokumen perizinan dari pemerintah Indonesia serta memakai alat tangkap yang dilarang, yakni trawl.

“KP Hiu Macan 01 yang dinakhodai Kapten Samson menangkap empat kapal sekitar pukul 08.00 sampai 09.00 WIB dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan,” tutur Agus Suherman.

Keempat kapal tersebut, yakni BV 4939 TS, BV 5156 TS, BV 93817 TS, dan BV 93816 TS. “Dalam penangkapan tersebut juga diamankan 24 orang awak kapal berkewarganegaraan Vietnam,” ungkap Agus Suherman. Selanjutnya kapal dikawal menuju Stasiun PSDKP Pontianak Kalimantan Barat untuk proses hukum.

Agus Suherman menambahkan, dua kapal Malaysia, yakni KM PKFA 8888 (berbobot 61,70 gross ton/GT) dan PKF 7878 (67,63 GT) ditangkap oleh KP Hiu Macan Tutul 002 yang dinakhodai Ilman Rustam di ZEEI Selat Malaka sekitar pukul 15.00 WIB. Dua kapal beserta sembilan awak kapal berkewarganegaraan Myanmar dikawal menuju Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau.

Kapal-kapal ikan gila tersebut diduga melanggar UU 31/2004 perihal Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU 45/2009 dengan bahaya pidana penjara paling usang enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

Tangkapan terbaru ini menambah formasi kapal ikan ilegal yang telah ditangkap sebelumnya oleh armada Kapal Pengawas Perikanan KKP. Sejak Januari sampai 9 April 2019, KKP telah menangkap 38 kapal ikan ilegal, yang terdiri dari 28 kapal ikan gila (KIA) dan 10 kapal ikan Indonesia (KII).

BACA JUGA:  KPK: Jangan Pilih Caleg Terlibat Korupsi

“Dari sejumlah kapal ilegal gila yang ditangkap tersebut, 15 kapal berbendera Vietnam dan 13 kapal lainnya berbendera Malaysia,” ungkap Agus Suherman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here