Menghitung Biaya Operasional Coffee Shop

0
170

Menghitung Biaya Operasional Coffee Shop

Besar kecilnya biaya operasional coffee shop sangat tergantung dari ukuran coffee shop itu sendiri, dan hal ini penting untuk dihitung pada awal membuka bisnis ini agar pemilik dapat dengan tepat menentukan harga jual dari masing-masing varian minuman kopi dan target penjualan setiap harinya di coffee shopnya tersebut.

Harga jual yang tepat dan pencapaian target penjualan akan memberikan keuntungan yang sesuai sehingga biaya operasional dapat tertutupi setiap bulannya, karena bila tidak maka coffee shop dapat berhenti beroperasi atau paling tidak terganggu operasionalnya.

  1. Biaya sewa tempat usaha 

Bila tempat usaha masih menyewa, maka biaya sewanya harus dihitung secara cermat, agar apabila masa sewa sudah habis, pemilik coffee shop dapat memperpanjangnya, sehingga coffee shop dapat tetap buka di lokasi yang sama. Hal ini penting, terkait dengan bertumbuhnya jumlah pelanggan dan nama baik coffee shop yang sudah dibangun selama masa sewa. Hindari terlalu sering berpindah tempat, karena selain efek tersebut tadi, biaya angkut peralatan dan barang-barang milik coffee shop tidaklah murah belum lagi resiko kerusakan saat pengangkutan. Perlu diingat, mencari tempat usaha baru membutuhkan waktu yang lama, berarti ada kemungkinan coffee shop untuk tutup sementara waktu. Pada intinya, berpindah lokasi akan memberikan kerugian yang cukup besar bagi coffee shop.

Sewa menyewa tempat usaha biasanya akan diperpanjang satu bulan sebelum masa sewa habis, untuk itu pastikan coffee shop memiliki uang yang cukup pada satu bulan sebelum masa sewa tersebut habis, karena apabila tidak, pemilik tempat biasanya akan mulai menawarkan tempat tersebut kepada penyewa lainnya.

Di sini penting untuk menentukan tempat sewa yang benar-benar tepat bagi coffee shop yang akan didirikan, hal ini terkait dengan potensi tempat dan biaya sewa kedepannya agar tidak menjadi beban bagi coffee shop.

  1. Gaji pegawai 

Hasil penjualan coffee shop per bulan salah satunya harus dapat digunakan untuk membayar gaji pegawai, sehingga tidak banyak terjadi keluar masuk pegawai yang akan sangat mengganggu kualitas pelayanan coffee shop, selain itu keterlambatan membayar gaji pegawai dapat berakibat hukum bagi si pemilik coffee shop. Jumlah besaran gaji per pegawai sendiri biasanya harus sesuai dengan ketentuan upah minimum kabupaten/kota setempat.

Untuk itu ketepatan dalam menghitung jumlah pegawai yang dibutuhkan sangatlah penting agar tidak terjadi kelebihan pegawai sehingga menjadi beban tersendiri bagi sebuah coffee shop.

Masih terkait dengan gaji pegawai, coffee shop juga harus mampu membayar tunjangan-tunjangan lainnya, sepeti tunjangan hari raya. Selain itu, coffee shop juga harus memikirkan biaya seragam pegawai yang harus rutin diganti setiap enam bulan sekali, agar seragam selalu terlihat baru dan tidak lusuh.

  1. Biaya listrik dan air 

Besaran biaya listrik dan air setiap coffee shop berbeda-beda tergantung ukuran coffee shop dan banyaknya jumlah gelas kopi yang terjual.

Usahakan untuk melakukan efisiensi semaksimal mungkin terhadap pemakian listrik dan air, sehingga tidak terlalu membebani coffee shop dan hasil keuntungan penjualan dapat digunakan untuk hal lainnya yang lebih bermanfaat.

Gagal membayar biaya listrik dan air akan berakibat pada berhentinya operasional coffee shop secara total, untuk itu rumuskan secara cermat berapa biaya maksimal listrik dan air setiap bulannya, lakukan evalusi bila biaya tersebut membangkak di luar rencana semula dengan mengurangi perangkat elektronik yang beroperasi di dalam coffee shop dan membatasi pemakaian air saat pencucian peralatan, seperti gelas dan sendok.

  1. Biaya koneksi wifi 
BACA JUGA:  Rempah Nusa Tawarkan Voucher Menginap Gratis di Bali

Wifi sudah menjadi kebutuhan pada saat ini, sehingga mau tidak mau pemilik coffee shop juga harus menyediakan fasilitas ini di area usahanya. Biaya langganan wifi sendiri paling murah sekitar 400 ribuan per bulan, dan biaya langganan ini harus disesuaikan dengan rata-rata  banyaknya jumlah pengunjung coffee shop. Semakin banyak pengunjung maka pemiliki coffee shop harus berlangganan koneksi wifi dengan bandwith yang lebih besar, itu artinya biaya langganan yang semakin tinggi.

Biasanya, saat biaya operasional membengkak, pemilik coffee shop akan mencoba memangkas biaya langganan koneksi wifi dengan menurunkan besaran bandwith atau beralih ke provider lainnya yang memberikan harga lebih murah. Hal ini juga bisa anda lakukan sebagai upaya terakhir bila ternyata biaya operasional coffee shop menjadi sangat tinggi dan penjualan coffee sudah tidak mampu menutupi, meskipun jumlahnya tidaklah terlalu besar dan efeknya yang juga tidak terlalu signifikan.

Namun, jangan sekali-kali terpikirkan untuk menghilangkan sama sekali fasilitas wifi di coffee shop, karena ini akan sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan dan jumlah penjualan gelas kopi nantinya, sehingga dimungkinkan justru akan berakibat pada semakin menurunnya pendapatan dan semakin terbatasnya biaya operasional yang tersedia.

  1. Perbaikan dan pemeliharaan rutin 

Biaya perbaikan biasanya akan muncul sebagai biaya tidak terduga, bila misalnya ada alat penyeduh kopi yang rusak atau sarana coffee shop yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Untuk itu, sebuah coffee shop harus menganggarkannya secara khusus setiap bulannya agar apabila ada sebuah kerusakan di dalam coffee shop dapat segera diperbaiki tanpa harus mengganggu operasional coffee shop itu sendiri. Membiarkan suatu barang yang rusak dan tidak bisa digunakan akan menjadi beban tersendiri bagi coffee shop tersebut.

Sedangkan pemeliharaan rutin adalah biaya yang dapat diprediksi, misalnya perawatan AC, pengusiran tikus, service rutin kendaraan operasional, atau penyedotan WC setiap enam bulan sekali, dan lain sebagianya.

Carilah penyedia jasa perbaikan atau pun perawatan dengan harga yang sesuai dengan kemampuan coffee shop atau sesuai dengan rencana perhitungan awal, dengan memilih penyedia jasa yang tepat maka biaya perbaikan dan pemeliharaan rutin dapat ditekan semurah mungkin tanpa melupakan kualitasnya.

  1. Biaya-biaya rutin lainnya 

Ada banyak sekali biaya-biaya rutin lain yang biasanya bersifat khusus di setiap coffee shop, seperti misalnya biaya keamanan, biaya sampah atau biaya sumbangan partisipasi kegiatan masyarakat sekitar, di mana biaya tersebut besarannya menyesuiakan tempat di mana coffee shop tersebut berada. Jangan kaget, saat baru hari-hari pertama buka, coffee shop sudah langsung dipenuhi dengan surat-surat permintaan sumbangan ini itu atau permohonan ini itu.

Biaya-biaya rutin ini sifatnya tidak dapat dihindari karena mungkin akan memicu konflik dengan masyarakat sekitar atau dengan kelompok tertentu yang akibatnya akan sangat mengganggu operasinal coffee shop, yang dapat dilakukan adalah meminimalisir jumlah uang yang dikeluarkan.

Untuk itu tetapkanlah standar uang yang dapat coffee shop keluarkan untuk biaya-biaya rutin lainnya ini, agar tidak mengganggu kondisi keuangan dan mempengaruhi anggaran operasional di sektor lainnya.

Selain enam biaya operasional di atas, mungkin akan ada biaya-biaya operasional lainnya yang akan muncul, dengan menghitung biaya operasional coffee shop tersebut dari awal sebelum memulai bisnis ini, akan sangat membantu keberlangsungan coffee shop yang akan dibuka nantinya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here