LIPI Larang Penangkapan Hiu di Bawah 2 m 50 kg

0
106
Pekerja Memotong Ratusan Sirip Hiu Yang Baru Diturunkan Dari Kapal Nelayan Di Tempat Pelelangan Ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (21/6)
Pekerja Memotong Ratusan Sirip Hiu Yang Baru Diturunkan Dari Kapal Nelayan Di Tempat Pelelangan Ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (21/6)

Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengeluarkan dokumen Non-Detriment Finding (NDF) hiu lanjaman (Carcharhinus spp) sebagai pola ilmiah pengelolaan dan pemanfaatan secara berkelanjutan, Senin (15/4/2019).

Dalam dokumen itu disebutkan batasan ukuran hiu yang boleh ditangkap yaitu panjang 2 meter.

Mengacu pada Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), terdapat 12 spesies hiu dalam Apendix II yang tidak segera terancam kepunahan tetapi mungkin terancam punah jikalau tidak dimasukkan ke dalam daftar perlindungan, dan perdagangannya terus berlanjut.

“Dari data Statistik Perikanan tahun 2015, 60 persen total produksi hiu di Indonesia ialah kelompok hiu lanjaman seluruh famili carcharhinidae dan 54 persen di antaranya merupakan hiu lanjaman jenis carcharhinus falciformis,” ujar Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah, di Ancol, Jakarta Utara.

LIPI merekomendasikan kuota tangkap hiu lanjaman yang mempunyai minimum ukuran panjang badan dua meter atau dengan berat minimum 50 kg sebanyak 80.000 ekor untuk tahun ini.

“Dokumen NDF merupakan analisis risiko pemanfaatan hiu yang terdaftar dalam Apendiks II CITES menurut aspek biologi, perikanan, pemanfaatan, dan pengelolaan hiu Lanjaman di tengah upaya penghentian praktik pengambilan sirip hiu dan membuang sisa tubuhnya, baik dalam keadaan hidup atau mati ke laut,” tambah Dirhamsyah.

BACA JUGA:  Pembunuhan Sadis di Bekasi Direncanakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here