BPJS Kesehatan Diminta Pangkas Antrean Pasien

0
152
BPJS Kesehatan Diminta Pangkas Antrean Pasien
BPJS Kesehatan Diminta Pangkas Antrean Pasien

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar klaim jatuh tempo kepada rumah sakit.

Anggota Komisi IX DPR, Marinus Gea, mendorong BPJS Kesehatan dan pihak rumah sakit untuk segera memperbaiki pelayanan kesehatan pada masyarakat. Salah satu perbaikan yang mendesak dilakukan mengenai panjangnya antrean. Hal ini paling banyak dikeluhkan oleh penerima BPJS.

“Ketika sakit, mereka kan ingin eksklusif dilayani dengan baik. Tapi banyak dari mereka malah dibiarkan menunggu atau mengantre. Ini kan mampu buat mereka malah makin sakit. Tidak ada pelayanan pertama yang diberikan dari rumah sakit. Itu yang biasa dikeluhkan,” kata Marinus.

Politisi PDIP ini menyarankan BPJS Kesehatan dan rumah sakit segera duduk bersama untuk memperbaiki sistem pelayanan kepada masyarakat. Perbaikan ini penting semoga tingkat iman masyarakat tidak semakin memburuk. “Situasi ini tak baik, sebab musim masyarakat memakai BPJS semakin naik,” ungkap Marinus.

Terkait duduk perkara pembayaran BPJS kepada rumah sakit, Marinus menilai terdapat sistem yang harus diperbaiki. Salah satunya, sistem investigasi dan pelaporan yang berjalan ketika ini rentan memunculkan fraud. “Ini memunculkan ketidakpercayaan antara BPJS dan rumah sakit,” tambah Marinus.

Selain itu, Marinus berharap kemudahan kesehatan mirip kemudahan inap di Puskesmas dan rumah sakit untuk ditingkatkan. Saat ini, ketersediaan tempat tidur rumah sakit masih jauh dari kata ideal. Berdasar standar organisasi kesehatan dunia, rasio ideal daya tampung rumah sakit itu yaitu 1000 penduduk: 1 tempat tidur.

“Di dapil saya misalnya, Tangerang Raya, ada kurang lebih 7 juta penduduk. Berarti kan diharapkan kurang lebih 7.000 tempat tidur. Nah, yang tersedia itu, paling banyak hanya 30 persen saja ketika ini. Setahu saya ini juga terjadi di banyak kawasan lain,” kata Marinus.

BACA JUGA:  Wallace, Warga AS Memilih Menjadi WNI alasannya ialah Ingin Membangun Papua

Senada dengan Marinus, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga menilai masih tingginya ketidakpuasan terhadap pelayanan rumah sakit bagi pengguna BPJS Kesehatan. Berdasarkan keluhan melalui media sosial, YLKI menyampaikan masih cukup banyak laporan yang masuk terkait pelayanan bagi pasien BPJS.

Laporan tersebut, antara lain seputar antrean bagi pasien BPJS yang terbilang panjang dan memakan waktu. Selain itu, sering kali pasien BPJS kehabisan tempat untuk rawat inap. Lalu juga, menyangkut keluhan pembatasan kuota yang diterapkan bagi pasien yang akan menjalani investigasi di rumah sakit.

“Banyak konsumen yang merasa, ketika memakai BPJS, dinomorduakan,” ucap Sekretaris YLKI, Agus Suyatno, ketika dikonfirmasi terpisah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here