Trump Desak Rakyat AS Ikut Vaksinasi Campak

0
133
Trump Desak Rakyat AS Ikut Vaksinasi Campak
Trump Desak Rakyat AS Ikut Vaksinasi Campak

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (26/4), mendesak rakyatnya untuk mengikuti vaksinasi campak sesudah wabahnya menyebar ke seluruh negeri dan mencapai masalah tertinggi semenjak 2000.
“Vaksinasi sangat penting. Mereka harus mendapatkannya,” ujar Trump, kepada para wartawan di Gedung Putih.

Pihak berwenang AS memberikan bahwa ratusan orang harus dikarantina di dua universitas Kalifornia akhir terpapar campak, pada Kamis (25/4) waktu setempat. Sementara, petugas kesehatan AS sedang berjuang untuk menghentikan penyebaran wabah campak nasional.

Departemen Kesehatan Masyarakat mengatakan, ratusan mahasiswa dan staf di University of California Los Angeles (UCLA) dan California State University (Cal State) telah terpapar campak pada awal bulan ini. Dan bagi mereka yang tidak mampu menunjukan diri sudah memperoleh inokulasi atau suntikan vaksin, telah ditempatkan di dalam karantina.

“Perintah Petugas Kesehatan mengamanatkan bagi orang-orang yang terpapar untuk tetap berada di rumah mereka, kemudian memberi tahu Kesehatan Masyarakat jikalau mereka mengalami tanda-tanda campak, dan menghindari kontak dengan orang lain hingga selesai masa karantina atau hingga mereka terbukti telah kebal,” demikian pernyataan dari Departemen Kesehatan Los Angeles, mirip dikutip dari AFP.

Dalam kasus-kasus terbaru, UCLA memberikan bahwa ada salah seorang siswa yang terinfeksi dan menghadiri kelas-kelas di kampus pada tiga hari awal bulan ini. Siswa tersebut juga disebut melaksanakan kontak dengan sekitar 500 orang, dan sekitar 100 telah dikarantina sebab tidak mampu menunjukkan catatan imunisasi.

Sementara di Cal State, terdapat 156 siswa dan staf yang mungkin telah terpapar oleh salah seorang siswa terinfeksi yang telah dikarantina.

Campak ialah salah satu virus paling menular di dunia, dengan penyebaran melalui batuk atau bersin. Virus campak masih mampu hidup usang di udara, sesudah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan.

BACA JUGA:  Hantam Persela, Madura United Pimpin Klasemen

Menurut laporan, tahun ini jumlah masalah campak di Amerika Serikat mencatatkan rekor tertinggi, mencapai 695. Ini merupakan masalah terbanyak dalam setahun mengingat penyakit itu telah dinyatakan hilang pada pergantian kurun ini.

UNICEF juga melaporkan, jumlah masalah tersebut melonjak di tengah gerakan global menentang inokulasi atau suntik vaksin, yang menimbulkan sekitar 169 juta anak kehilangan takaran penting pertamanya dari vaksin campak antara 2010 dan 2017.

Penyakit yang sempat berhasil diberantas ini kembali muncul dan sangat menular, sebab terkait dengan gerakan anti-vaksin yang berkembang di negara-negara makmur. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengindentifikasi gerakan itu sebagai bentuk bahaya kesehatan global utama.

Fenomena anti-vaksin mempunyai penganut di negara-negara Barat, namun sangat populer di AS, sebab didorong oleh klaim medis yang tidak berdasar yang tersebar di media sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here