Konsumen Indonesia Nantikan Kehadiran Teknologi 5G

0
28
Konsumen Indonesia Nantikan Kehadiran Teknologi 5G
Konsumen Indonesia Nantikan Kehadiran Teknologi 5G

Teknologi jaringan generasi ke-lima (5G) merupakan teknologi baru, yang merupakan lanjutan dari teknologi jaringan generasi ke-4 (4G). Beberapa negara, mirip Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sudah komersial. Tetapi di Indonesia, masih pada tahan uji coba (trial).

Karena merupakan teknologi baru, maka operator telekomunikasi perlu mempelajari standar kemanannya. Bila perlu operator melaksanakan benchmark dengan negara-negara lain yang sudah menerapkannya. Sehingga, dalam penerapannya, teknologi ini mampu secure dan menawarkan rasa kondusif kepada penggunanya.

Direktur Penataan Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat dan Pos Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Denny Setiawan, mengatakan, teknologi 5G merupakan teknologi yang baru.

Sehingga, dalam penerapannya di Indonesia, para operator telekomunikasi perlu mempersiapkan dari sisi infrastruktur, aplikasi maupun security-nya. Setidaknya, terlebih dahulu mempelajari standar-standar penerapannya, dengan melaksanakan benchmark dengan negara lain, yang sudah terlebih dahulu implementasi.

“Itu perlu disiapkan baik dari sisi infrastruktur, maupun aplikasi dan security. Kalau kita bicara machine to machine itu harus ada security-nya. Tetapi kalau sistem mirip ini, niscaya ada standarnya. Gak mungkin kalau gak ada. Mereka deploy, niscaya ada standarnya. Kita pelajari standarnya,” kata Denny di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Menurut Denny, meskipun beliau bukan hebat di bidang siber security, setidaknya di perangkat teknologi gres mirip 5G, niscaya sudah disiapkan segala aspek untuk menangkal banyak sekali kemungkinan serangan siber.

“Mungkin pengetahuan saya, sama dengan Anda. Tetapi yang namanya hacker, intruder di level aplikasi niscaya ada. Tetapi kan ada teknologi firewall lah, segala macam kan. Mau di core network, maupun di interface-nya niscaya ada. Macam-macam. Dan itu semua mesti ada standarnya. Kaprikornus niscaya ada antisipasinya untuk hal-hal mirip itu,” ujar Denny.

BACA JUGA:  Polisi Siap Amankan Sidang Ratna Sarumpaet

Indonesia Nantikan Teknologi 5G

Denny juga mengungkapkan, mungkin ada baiknya, Indonesia sedikit terlambat menerapkan teknologi 5G. Karena dengan begitu, Indonesia mampu mempelajari terlebih dahulu kepada negara-negara lain, mirip AS dan Korsel yang sudah terlebih dahulu menerapkan teknologi 5G.

“Mungkin harus ada benchmark dengan negara lain, bagaimana mereka menerapkan. Nah kadang-kadang, manis juga sih, kalau mereka atau orang lain duluan, gres kita ikut. Karena kita juga mampu pelajari dari mereka. Tetapi jangan terlalu usang juga implementasinya. Setidaknya di negara ASEAN, kita jangan ketinggalan lah,” pungkas Denny.

Pada kesempatan yang sama, Head of Ericsson Indonesia, Jerry Soper, mengatakan, berdasarkan, penelitian yang dilakukan oleh Ericsson Consumer Lab di Indonesia, memperlihatkan bahwa konsumen sudah menantikan kehadiran 5G. Bahkan, lebih dari setengah pengguna smartphone di Indonesia akan mengganti operator seluler dalam waktu enam bulan jikalau penyedia layanan selulernya tidak segera mengaktifkan 5G.

“Teknologi 5G merupakan teknologi utama yang menyokong Intelligent Connectivity pada Mobile World Congress (MWC) tahun ini, penerapan di bidang industrial dan konsumen yang bergantung pada konektivitas tanpa gangguan, latensi rendah, serta transfer data dengan bandwidth sangat tinggi yang dipamerkan. Ericsson dengan gembira akan membawa teknologi serta penemuan terbaru ini ke Indonesia guna membantu pelanggan mengaktifkan 5G di Indonesia,” ujar Jerry.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here