Penyelamatan 15 Danau Kristis di Indonesia Jangan Lagi Sekadar Janji

0
122
Penyelamatan 15 Danau Kristis di Indonesia Jangan Lagi Sekadar Janji
Penyelamatan 15 Danau Kristis di Indonesia Jangan Lagi Sekadar Janji

Program evakuasi 15 danau di Indonesia dari bahaya kerusakan lingkungan dibutuhkan tidak sebatas wacana. Program evakuasi 15 danau yang tersebar di beberapa provinsi tersebut perlu segera dilaksanakan melalui aksi-aksi konkret di lapangan. Hal itu penting mencegah semakin parahnya bahaya kerusakan dan pencemaran seluruh danau tersebut.

“Tujuh gubernur dan lima bupati sudah menandatangani akad evakuasi 15 danau prioritas. Penyelamatan 15 danau prioritas di delapan provinsi itu juga sudah masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019. Kesepakatan dan planning tersebut hendaknya mampu ditindaklanjuti secara maksimal di tempat demi kelestarian danau tersebut,”kata Gubernur Jambi, Fachrori Umar seusai penandatangan akad mengenai Penyelamatan Danau Prioritas Nasional, di kantor Gubernur Jambi, Selasa (7/5/2019).

Turut hadir pada penandatangan akad evakuasi danau tersebut, Kepala Sub Direktorat Pengendalian Kerusakan Danau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Inge Retnowati.

Menurut Fachrori Umar, evakuasi danau di Jambi sangat penting sebab dua danau di tempat itu, Danau Kerinci di Kabupaten Kerinci dan Danau Sipin di Kota Jambi semakin terancam kerusakan lingkungan dan pencemaran. Bila tak ditangani serius, kondisi Danau Kerinci dan Danau Sipin mampu semakin kritis dan mengalami kerusakan yang kian parah.

Dikatakan, Provinsi Jambi mempunyai danau Danau Kerinci dan Danau Sipin yang perlu diselamatkan. Danau Kerinci yang mempunyai luas sekitar 4.200 hektare (ha) semakin terancam kerusakan lingkungan akhir pencemaran dan eksploitasi danau. Ancaman kerusakan lingkungan dan pencemaran tersebut juga dialami Danau Sipin Kota Jambi yang mempunyai luas sekitar 42 ha.

“Melalui akad evakuasi 15 danau prioritas ini, acara evakuasi Danau Kerinci dan Danau Sipin mampu segera dilaksanakan. Dengan demikian kondisi kedua danau di Jambi ini akan lebih terjaga dan mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk sumber air bersih, perjuangan perikanan, pertanian dan pariwisata,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Pengendalian Kerusakan Danau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Inge Retnowati pada kesempatan tersebut mengatakan, Kesepakatan Penyelamatan Danau Prioritas Nasional tersebut sebelumnya telah ditandatangani enam gubernur dan lima bupati di Jakarta baru-baru ini. Gubernur yang telah menandatangani akad evakuasi danau nasional tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Papua. Sedangkan lima bupati yang telah menandatangani akad evakuasi danau itu, Bupati Agam (Sumatera Barat), Bangli (Bali), Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Luwu Timur (Sulawesi Selatan) dan Minahasa (Sulawesi Utara).

Kesepakatan tujuh gubernur dan lima bupati tersebut, lanjut Inge Retnowati, menjadi pijakan dan rujukan dalam upaya evakuasi danau menuju danau yang sehat dan lestari, sesuai dengan poin yang ada pada akad tersebut.

BACA JUGA:  Citilink akan Buka Rute Jarak Jauh Perdana ke Frankfurt

“Kesepakatan ini akan diimplementasikan melalui regulasi, mulai dari tata ruang dan zonasi, pengelolaan kualitas air, sampai konservasi tanah dan air, serta konsistensi yang besar lengan berkuasa antara kebijakan dasar, kebijakan operasional (sektoral) serta implementasinya (planning into action),”ujarnya.

Multi Fungsi

Inge Retnowati mengatakan, 15 danau prioritas untuk diselamatkan di Indonesia mempunyai multi fungsi. Seluruh danau tersebut menjadi andalan sumber air higienis untuk mewujudkan ketahananan air, selain ketahanan pangan, ketahanan energi, dan lingkungan.

Karena itu, lanjutnya, evakuasi danau tersebut telah dikuatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Dokumen tersebut mengamanatkan implementasi planning agresi 15 Danau Prioritas. Untuk implementasinya perlu segera ditindaklanjuti dengan integrasi substansi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RPJM dan RTRW), baik di sentra maupun daerah.

“Programnya juga nanti akan terintegrasi mulai dari perikanan, pariwisata sehingga balasannya mampu dinikmati oleh masyarakat,”katanya.

Dijelaskan, sebanyak 15 danau di Indonesia sekarang menerima perhatian khusus pemerintah sentra (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) sebab kondisinya semakin kritis. Seluruh danau tersebut mengalami kerusakan lingkungan dan pencemaran air akhir eksploitasi yang berlebihan serta meningkatnya pembuangan limbah ke danau. Dua di antara 15 danau yang mengalami kondisi kritis tersebut, yaitu Danau Toba, Sumatera Utara, Danau Maninjau, Sumatera Barat.

Proses Panjang

Dikatakan, akad tujuh gubernur dan lima bupati dalam upaya evakuasi 15 danau prioritas di Indonesia tersebut mengalami proses yang panjang. Penyelamatan danau tersebut diawali dengan Konferensi Nasional Danau Indonesia I di Bali tahun 2009 dan Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) yang diluncurkan pada Konferensi Nasional Danau Indonesia II di Semarang tahun berikutnya.

Berdasarkan kedua konferensi evakuasi danau itu, kata Inge Retnowati, tujuh gubernur dan lima bupati yang menandatangani akad evakuasi 15 danau prioritas tersebut berkewajiban melaksanakan evakuasi danau prioritas nasional. Penyelamatan danau itu mengacu pada Rencana Pengelolaan Danau Terpadu (RPDT) yang telah disusun bersama para pihak semenjak tahun 2018.

Selain itu, tambah Inge Retnowati, tujuh gubernur dan lima bupati yang meneken akad penyelematan danau tersebut dibutuhkan mengintegrasikan Program dan Kegiatan Penyelamatan Danau Prioritas Nasional yang tertuang dalam RPDT ke dalam RPJMD provinsi/kabupaten, planning strategis masing-masing perangkat tempat terkait dan RTRW.

“Para gubernur dan bupati tersebut juga harus mengoptimalkan tugas kelembagaan danau, baik kelompok kerja, tim atau tubuh yang telah dibuat oleh gubernur/bupati untuk mengawal pelaksanaan, serta melaksanakan pemantauan dan penilaian capaian pelaksanaan acara dan acara evakuasi danau prioritas secara nasional,”katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here