Terduga Teroris Bekasi Pernah Juara Nasional Karate

0
99
Terduga Teroris Bekasi Pernah Juara Nasional Karate
Terduga Teroris Bekasi Pernah Juara Nasional Karate

Kelompok yang berdasarkan polisi sebagai bab dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bekasi diduga telah merekrut orang, termasuk seorang juara karate nasional, untuk melaksanakan serangan. Kelompok itu dipimpin oleh EY, yang ditangkap Densus/88 Antiteror di SPBU Kalimalang, Rabu (8/5/2019) kemarin.

Pemilik toko aksesoris ponsel dan komputer Wanky Cell di Bekasi Utara ini memiliki uang, keahlian merakit bom, dan merekrut anak buah. Salah orang yang berhasil ia rekrut, ialah YN, yang merupakan karateka.

”Makanya ia dibaiat sebagai amir JAD Bekasi dengan media sosial. Dia mengendalikan acara JAD Bekasi alasannya dianggap punya kemampuan ekonomi, termasuk kemampuan merekrut YN alias Kautsar (18). Ini memprihatinkan alasannya YN ini gres lulus Sekolah Menengan Atas pada 2018,” kata Karo Penmas Polisi Republik Indonesia Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polisi Republik Indonesia Kamis (9/5/2019).

YN, masih kata Dedi, bekerjsama bukan tanpa masa depan. Dia punya catatan prestasi karate tingkat nasional alasannya pernah jadi juara dalam kejurnas karate di Bali dan Kalimantan Selatan. YN lalu dilatih EY merakit bom. Ini terbukti dari inovasi barang bukti bersamanya mirip laptop dan catatan termasuk cara memicu bom dengan remote control.

“Kita sayangkan anak muda terpapar pemahaman radikal. Sasaran mereka amaliah terhadap pegawanegeri kepolisian yang sudah 20 tahun dianggap menghalangi mereka alasannya melaksanakan penegakan hukum. Mereka juga akan melaksanakan serangan pada agresi massa jelang 22 Mei,” sambungnya.

Mereka menganggap agresi people power ialah momentum untuk melaksanakan serangan. Jika serangan itu terjadi, maka ini akan sanggup dua sisi, yakni akan menjadikan korban sekaligus membuat suasana chaos atau huru-hara.

“Itu desain mereka kalau di Jakarta ada kerusuhan maka akan merembet ke daerah, dan kalau itu terjadi, maka sleeping cell mereka akan bangkit. Di Suriah dan Malawi juga mirip itu. Kita terus mapping eksistensi mereka,” sambungnya.

BACA JUGA:  Kereta Walahar dan Jatiluhur Tidak Lagi Berhenti di Kemayoran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here