Donald Trump Ingin Bertemu dengan Xi Jinping

0
13
Donald Trump Ingin Bertemu dengan Xi Jinping
Donald Trump Ingin Bertemu dengan Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan harapan untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, disela-sela penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20, di Tokyo, Jepang, pada simpulan Juni 2019.

Pernyataan itu, disampaikan Donald Trump, di Gedung Putih, Senin (13/5/2019), sehabis Tiongkok mengumumkan agresi tanggapan dengan menaikkan tarif impor produk AS sebesar 25% senilai US$ 60 juta, per 1 Juni 2019.

Donald Trump memperkirakan bahwa pertemuannya dengan Xi kemungkinan akan sangat “membuahkan hasil”. Dia meyakini Tiogkok juga ingin mencapai janji untuk menuntaskan perang dagang antarkedua negara.

Menurut Donald Trump, progres untuk mencapai janji perdagangan dengan Tiongkok sangat memungkinkan, sebab perundingan yang dilakukan oleh delegasi perdagangan kedua negara selama enam bulan terakhir sudah mencapai 95%.

Menanggapi agresi tanggapan Tiongkok dengan menaikan tarif terhadap baarang-barang AS per 1 Juni 2019, Trump menyampaikan hal itu justru akan menjadi teladan gres untuk acara pertemuannya dengan Presiden Xi.

“Kami akan memberitahu Anda dalam tiga atau empat ahad jikalau itu berhasil. Saya katakan, itu bagus, tidak apa-apa dengan kenaikan tarif. Saya suka dengan posisi kita kini ini,” ujar Donald Trump, di Gedung Putih, Washington, AS, Senin (13/5/2019).

Sejumlah pengamat menilai perang dagang AS-Tiongkok yang kembali berkecamuk akan membawa dampak negatif bagi pasar keuangan dan perdagangan pada semester I Tahun 2019.

Meski demikian, posisi AS dinilai lebih baik dari Tiongkok, mengingat kenaikan tarif yang diberlakukan mencapai nilai US$ 350 miliar, sedangkan kenaikan tarif Tiongkok hanya sekitar US$ 60 miliar.

Penasehat ekonomi utama Presiden Trump, Larry Kudlow, menyampaikan bahwa kenaikan tarif yang diberlakukan kedua negara sehabis perundingan dagang yang berakhir gagal pekan lalu, masih mampu dinegosiasikan kembali.

BACA JUGA:  Pembalap Bersama Komunitas Otomotif Gaungkan Keselamatan Berkendara

Saat ini, lanjutnya, AS dan Tiongkok akan sama-sama menghadapi dampak dari kenaikan tarif baru, meskipun bantu-membantu perang dagang antar kedua negara juga berimbas bagi perekonomian dunia.

“Cukup adil. Faktanya kedua belah pihak akan sama-sama membayar (kenaikan tarif, Red),” ujar Larry Kudlow.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here