AS Diduga Gunakan Laporan Intelijen Palsu

0
11
AS Diduga Gunakan Laporan Intelijen Palsu
AS Diduga Gunakan Laporan Intelijen Palsu

Amerika Serikat (AS) diduga menggukanan laporan intelijen palsu atau berlebihan wacana bahaya Iran terhadap kepentingan AS di Timur Tengah, untuk memuluskan planning invasi ke Iran.

Sejumlah pengamat menerka ada laporan intelijen palsu yang mungkin dipakai oleh pemerintahan AS yang dipimpin penasihat keamanan nasional “garis keras”, John Bolton, untuk memuluskan planning perang melawan Iran.

Disebutkan, upaya yang dilakukan AS dengan mengirim kapal induk dan meningkatkan jumlah pasukan di daerah Timur Tengah, hampir sama mirip ketika negara itu melaksanakan invasi terhadap Irak untuk melawan rezim Saddam Hussein.

The New York Times (TNYT), melaporkan bahwa pejabat Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan, telah memberi Gedung Putih sebuah planning yang melibatkan pengiriman hingga 120.000 tentara ke Timur Tengah, kalau terjadi serangan dari Iran.

Pada pekan lalu, AS telah mengirimkan kapal induk yang dilengkapi dengan jet tempur pembom dan ribuan personel pasukan khusus ke daerah Teluk.

Dugaan mengenai upaya mendorong serangan militer AS ke Iran, juga disampaikan pemerintah Iran yang telah memperingatkan wacana plot yang dibentuk untuk meningkatkan ketegangan di daerah Teluk.

Salah satu plot yang dibentuk antara lain dengan kerusakan pada empat kapal tanker minyak di daerah pelabuhan Uni Emirat Arab, yang seperti dilakukan oleh Iran, untuk mendorong bantuan invasi militer AS ke Iran.

“Kami berbicara wacana kebijakan yang berusaha diterapkan oleh kelompok garis keras di pemerintahan AS untuk membenarkan acara invasi di daerah Teluk,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif, Selasa (14/5/2019).

Sementara itu, planning AS untuk mendorong serangan terhadap Iran, nampaknyaa tidak menerima bantuan dari negara-negara sekutu, terutama Eropa.

Penjelasan Menlu AS, Mike Pompeo, mengenai dugaan bahaya Iran terhadap pasukan dan aset AS di wilayah Timur Tengah juga tidak direspon, ketika beliau memberi klarifikasi kepada Menlu UE di Brussels, Belgia, Selasa (14/5/2019).

BACA JUGA:  Madura Diguncang Lima Kali Gempa

Mike Pompeo menyampaikan AS tidak menginginkan perang dengan Iran tetapi berjanji untuk terus menekan Teheran. “Kami intinya tidak mencari perang dengan Iran. Kami juga telah menjelaskan kepada Iran bahwa kalau kepentingan Amerika diserang, kami niscaya akan merespons dengan cara yang tepat,” ujar Mike Pompeo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here