Polda Metro: Brimob Aniaya Anak sampai Tewas, Hoax

0
24
Polda Metro: Brimob Aniaya Anak sampai Tewas, Hoax
Polda Metro: Brimob Aniaya Anak sampai Tewas, Hoax

Video yang berisi tayangan sejumlah anggota polisi berbaju hitam tengah menganiaya seorang anak dan dikabarkan anak tersebut tewas, yakni gosip palsu alias hoax.

Video tersebut sudah viral di medis sosial. Rekaman video itu berisi gambar dan narasi sejumlah anggota Brimob menganiaya anak di bawah umur, berlokasi di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Viral video berkonten dan narasi seperti insiden tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia akhir tindakan aparat. Ternyata pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut yakni pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polisi Republik Indonesia Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (25/5/2019).

“Tidak benar jika korban yakni anak 16 tahun. Tidak benar anak dalam foto tersebut meninggal alasannya insiden dalam video tersebut,” tambah Dedi.

Dedi menjelaskan, dalam kerusuhan 22 Mei, Andri menyiapkan banyak sekali macam properti yang dipakai dalam rangka untuk melaksanakan kerusuhan dan penyerangan terhadap petugas, antara lain batu.

“Batu itu disiapkan tersangka Andri Bibir untuk disuplai kepada teman-temannya yang melaksanakan demo. Demo ini tidak spontan, artinya by setting untuk membuat kerusuhan. Dia juga menyiapkan jerigen berisi air semoga teman-temannya yang terkena gas air mata mampu basuh muka dengan air di jerigen ini,” ungkap Dedi.

Menurut Dedi, ketika kepergok anggota menyiapkan barang-barang itu, Andri sempat berusaha kabur, namun kesannya berhasil diamankan.

“Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota, eksklusif ia mau kabur alasannya merasa salah. Ketakutan dia. Dikepung oleh anggota pengamanan,” kata Dedi.

Dedi menyampaikan, penyidik dikala ini sedang melaksanakan pendalaman untuk mengungkap siapa pelaku yang membuat video hoax itu, dan menyebarkannya ke media sosial.

BACA JUGA:  Lima Wakil Indonesia ke Semifinal India Terbuka 2019

“Masih melaksanakan pendalaman terhadap perkara akun yang berbagi gosip hoaks tersebut. Kami mampu buktikan akun tersebut sebagai penyebar gosip hoaks. Akan kami tindaklanjuti,” tegas Dedi.

Menurut Dedi, pelaku penyebar gosip bohong sampai mengakibatkan kegaduhan melalui media elektronik mampu dijerat Pasal 45 dan Pasal 28 Undang-undanf Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946. “Ancaman eksekusi di atas enam tahun, alasannya hoax ini menimbulkan kegaduhan,” tandasnya.

Sementara itu, Adri Bibir mengakui, ketika insiden itu dirinya memang mengumpulkan kerikil dan membantu pendemo.

“Mengumpulkan kerikil dan membantu demonstrasi. Awalnya saya ikut-ikutan, dan di situ saya kena gas air mata, saya sakit hati dan saya membantu supaya pendemo semakin lebih gampang untuk menerima batu. Saat itu saya memang mau melarikan diri, tapi di belakang ada Brimob dan saya kembali lagi ke lapangan itu, dan ternyata dikala itu saya ditangkap,” kata Andri.

Andri membenarkan, jika perjaka yang berada di video itu merupakan dirinya, sehingga kabar bohong yang menyebutnya meninggal dunia yakni bohong.

“Untuk teman, rekan atau keluarga yang melihat video itu, itu saya, dan saya belum meninggal,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here