Habibie Tegaskan Keadaan Saat Ini Beda dengan 98

0
23
Habibie Tegaskan Keadaan Saat Ini Beda dengan 98
Habibie Tegaskan Keadaan Saat Ini Beda dengan 98

Mantan Presiden BJ Habibie menegaskan keadaan yang berkembang dikala ini terang berbeda dengan keadaan yang terjadi pada tahun 1998.

“Dan jikalau disamakan dengan keadaan waktu Bapak tahun 98, its not true. Banyak laporan Anda tahu sendiri, tidak ada,” kata BJ Habibie sesudah pertemuan tertutup dengan Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (25/5/2019).

Menurut dia, apa pun yang terjadi dalam konstelasi politik dikala ini sejatinya telah disepakati sendiri oleh masyarakat mekanismenya. Termasuk dalam penentuan calon-calon penerima Pilpres dalam pemilu langsung.

“Ini ada masalah, loh dua orang, ada yang bilang sama saya, Pak kenapa hanya dua itu. Loh kau yang tentukan mekanismenya, jikalau enggak benar, mau lebih banyak silakan tentukan. Kalau enggak cukup faksinya lha harus dalam hal ini juga diberikan kemungkinan ditentukan oleh yang tidak ‘interested’ pada politik atau dinamakan ‘silence majority’. Ya harus dibuat. Dia juga boleh,” tuturnya.

Menurut dia, sejatinya Indonesia mempunyai alternatif sebagaimana pengalamannya yang telah mengalami tiga generasi semenjak generasi 45. “Anda ini anak dari cucu intelektual semua. Nah jikalau mau anggap aku berhasil, Anda juga harus lebih ahli daripada saya. Itu tolak ukurnya,” ucapnya.

Jadi di dalam hal ini, kata dia, ini pertama kalinya bagi Indonesia mempunyai seorang presiden yang dipilih pribadi oleh rakyat, di mana yang pertama kali dipilih pribadi yaitu SBY.

Sementara para presiden sebelumnya masih dipilih melalui MPR sehingga dalam hal ini SBY masih berada pada generasi peralihan mirip dirinya.

Ia kembali menegaskan, sebagai presiden terpilih maka harus memihak kepada seluruh rakyat. “Kalau Anda menjadi presiden kan tidak akan memihak yang menentukan Anda saja kan, semua. dan kita tidak pernah SARA kan. Tidak ada di sini. Makara aku rasa itu yang penting,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wallace, Warga AS Memilih Menjadi WNI alasannya ialah Ingin Membangun Papua

Habibie sangat yakin Jokowi mampu melanjutkan acara sesuai planning dan semua membantu agar terlaksana.

“Kita semua membantu agar terlaksana. Dan nanti pada pemilu lima tahun lagi setiap orang boleh. Tapi ngapain kita hilang waktu dan duit dan ada risiko tinggi. Hanya memperjuangkan kepentingan mungkin satu orang satu grup, no way,” kata Habibie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here