Antisipasi Kerusuhan, Polda Bali Gelar Razia Stasioner

0
78
Antisipasi Kerusuhan, Polda Bali Gelar Razia Stasioner
Antisipasi Kerusuhan, Polda Bali Gelar Razia Stasioner

Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali melaksanakan “razia stasioner” (razia di tempat) untuk mendukung pengamanan pascakericuhan 22 Mei di Jakarta terkait sengketa Pilpres 2019 di Bawaslu yang sekarang sudah bergulir ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pascapleno rekapitulasi bunyi KPU Pusat 2019, pengamanan tidak hanya dilakukan di Jakarta, namun kegiatan pengamanan juga dilakukan di Bali, apalagi sengketa berlanjut ke Bawaslu dan MK,” kata Kabid Humas Polda Polda Bali Komisaris Besar Pol Hengky Widjaja ketika dikonfirmasi di Denpasar, Minggu (26/5/2019).

Pasca-kericuhan di Jakarta itu, personel Polda Bali dan jajarannya melaksanakan peran patroli di beberapa daerah untuk mencegah problem yang berpotensi merusak kondusivitas keamanan di Provinsi Bali.

“Pasca-kericuhan di Jakarta itu, situasi keamanan di Bali sampai sekarang masih tetap aman dan masyarakat tetap beraktivitas mirip biasa. Saat ini, kami tetap melaksanakan razia stasioner guna mencegah masuknya beberapa benda berbahaya mirip senjata tajam dan materi peledak,” katanya.

Ada juga upaya pendekatan dialogis yang dilakukan kepada tokoh masyarakat Bali dengan tujuan mampu membantu menyejukkan dan menjaga kondusivitas kondisi yang ada di wilayah Bali. “Kami mengimbau masyarakat Bali untuk tetap tenang, meski Jakarta mengalami kericuhan,” katanya.

Pihaknya pun telah menyediakan wadah untuk masyarakat bila ada pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilu supaya menyalurkan aspirasinya. “Polda Bali siap memperlihatkan jaminan keamanan kepada masyarakat Bali,” katanya.

Sementara itu, pegawapemerintah Pangkalan Tentara Nasional Indonesia AL (Lanal) Denpasar juga memberi pinjaman Polisi Republik Indonesia dengan menugaskan personel di Pos Tentara Nasional Indonesia AL Gilimanuk dan Candi Dasa untuk melaksanakan razia penumpang bus dan kendaraan langsung di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana dan Pelabuhan Padang Bai, Kabupaten Klungkung, Bali.

BACA JUGA:  Pertama Kalinya, Padi Reborn Konser di Ketinggian 15 Ribu Kaki

Target target yang diperiksa antara lain kendaraan bus penumpang, kendaraan beroda empat truk dan kendaraan langsung dari Lombok/NTB tujuan Bali dan Jawa yang diangkut dengan kapal-kapal ferry melalui Pelabuhan Padang Bai dan Gilimanuk.

Semua penumpang dan barang bawaan diperiksa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, namun sampai dikala ini, pegawapemerintah keamanan belum menemukan adanya bus dan truk serta kendaraan langsung yang mencurigakan pasca-kericuhan di Jakarta itu.

Saat ini, pegawapemerintah keamanan yang berada di Pelabuhan Padang Bai dan Gilimanuk masih tetap siaga dan waspada untuk mengantisipasi adanya pergerakan massa dari Lombok maupun Bali, sekaligus melaksanakan pengamanan menjelang arus pulang kampung Hari Raya Idul Fitri 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here