Tidak Saring Hoax Media Sosial Akan Kena Sanksi

0
23
Tidak Saring Hoax Media Sosial Akan Kena Sanksi
Tidak Saring Hoax Media Sosial Akan Kena Sanksi

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberi hukuman untuk operator situs dan media umum yang tidak menyaring konten informasi bohong (hoax) pada lamannya.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (25/5/2019), menyampaikan eksekusi yang diberikan terdiri dari hukuman administratif, denda dan penutupan laman.

“Bahkan, kalau ia (operator) terus membiarkan mereka mampu dikenakan pasal (pidana) turut serta,” ujar Semuel dalam jumpa pers bersama Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polisi Republik Indonesia di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Sanksi itu, berdasarkan Semuel, akan berlaku dikala revisi Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 wacana Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) disahkan.

“Kami lagi merevisi PP 82 dan aturan itu mewajibkan platform (operator situs dan medsos) secara aktif membersihkan hoax,” jelas Semuel.

Langkah menyaring hoax semakin aktif dilakukan Kominfo sesudah banyak informasi bohong tersebar di media umum dikala kericuhan 21-22 Mei.

Kominfo mencatat selama peristiwa itu berlangsung, 30 hoax tersebar ke dunia maya melalui ribuan laman (URL) yang terdiri atas 450 akun media umum Facebook, 151 Instagram, 784 Twitter, dan 1 Linkedin.

Semuel mengimbau supaya warganet segera menghapus informasi bohong yang dimuat atau disebarkan melalui akun media sosialnya.

“Masyarakat yang kini menyebar hoax supaya diturunkan (dihapus) sebab penegakan aturan akan dijalankan,” ujar Semuel.

BACA JUGA:  Bencana Longsor di Manggarai Barat, 7 Hilang, 1 Meninggal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here