Jasa Marga Minta Masyarakat Tangerang Dukung Proyek Tol Kunciran-Tangerang

0
108
1559218963
1559218963

Pembangunan Jalan Tol sesi Kunciran – Tangerang (JKC) yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) masih terus berjalan meski masih ada kendala kecil berupa belum rampungnya pembebasan dibeberapa bidang lahan yang terkena dampak. Oleh alasannya adalah itu PT Jasa Marga selaku pengembang proyek berupaya mengimbau masyarakat untuk ikut mendukung kelancaran acara ini yang memang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan.

Hal itu diungkapkan Verrie Hendry SH.Mkn salah seorang anggota tim Pengadaan Lahan PT Jasamarga Kunciran-Cengkareng dalam keterangan pers kepada tim Beritasatu.com, Kamis (30/5/2019).

“Pembangunan proyek jalan tol sesi JKC ini merupakan proyek strategis nasional yang diperlukan akan membantu meningkatkan perekonomian di masyarakat. Oleh alasannya adalah itu, kami memohon supaya masyarakat yang hingga kini masih belum merelakan tanah yang terdampak proyek tersebut untuk koopertif dengan merelakan tanahnya untuk dijadikan jalan tol dan untuk kepentingan bersama. Tentunya pemerintah tidak akan menunjukkan hal-hal yang merugikan masyarakat, misalnya pemerintah menunjukkan bayaran ganti untung tidak lagi ganti rugi,” ungkap Verrie.

Ditambahkannya, nilai yang dibayarkan atas tanah yang terdampak proyek jalan tol itu menurut nilai harga pasar pada ketika dinilai, kemudian bangunan dinilai sendiri, tanah, perjuangan jikalau ada dan flora juga demikian.

PT Jasa Marga sesi Kunciran-Cengkareng sendiri terus berupaya untuk mengedepankan komunikasi dalam pengadaan lahan ini, baik itu di tingkat RT hingga Kelurahan dan Kecamatan. Harapannya tidak ada lagi pihak yang dirugikan lantaran proyek jalan tol tersebut.

“Kami memberikan gosip bahwa jikalau masyarakat mendukung acara ini laba apa yang mereka dapatkan. Namun jikalau menolak kita juga menunjukkan gosip langkah – langkah apa yang harus mereka lakukan. Jika mereka hingga tidak mengambil langkah, terpaksa kami yang menetapkan untuk mengambil langkah sesuai ketentuan dengan menitipkan masalah ke Pengadilan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Ezechiel Siap Unjuk Gigi Lawan Persebaya

Disisi lain, Kuasa aturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rishi Wahab SH menambahkan bahwa hingga ketika ini proyek tol Kunciran – Cengkareng tengah menuntaskan problem pengadaan lahan melalui jalur aturan dengan salah satu penyedia jasa transportasi PT Blue Bird Taksi yang lokasinya berada di Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper. Luas tanah yang dibebaskan 7.999m2 tersebut di awal mendapat penolakan, sesudah menempuh jalur hingga ke Mahkamah Agung diputuskan bahwa penyedia jasa transportasi itu harus mendapatkan uang ganti rugi tersebut.

“Pada hari ini pihak diserahkan uang ganti rugi oleh pihak Pengadilan Negeri Tangerang senilai Rp 57.732.282.646 miliar yang diterima oleh perwakilan dari pihak blue bird. Dengan sudah dibayarkannya maka secara aturan sudah beralih kepemilikan lahan dari blue bird taksi ke negara. Saat ini kami juga sedang lakukan proses penitipan uang di Pengadilan Negeri Tangerang dan ditargetkan proses hukuman bagi yang menolak mengambil uang ganti rugi akan dilakukan pada final Juni 2019,” tandas Rishi.

Sekedar informasi, sejak 2009 hingga ketika ini proses pengadaan lahan sudah rampung 80 persen, dimana sasaran pada bulan Juli 2019 sudah bisa beroperasi. Meski demikian, diakui masih ada pihak yang masih keberatan atas nilai yang diberika, oleh lantaran itu pihaknya mendorong Pengadilan Negeri Tangerang untuk segera memutus Perkara yang tengah di koninyasikan serta BPN mempercepat proses validasi pembayaran kepada warga yang terkena, sehingga sasaran 100 persen bisa tercapai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here