LiveWell Global Kembangkan Teknologi Air dan Inhalasi Hidrogen

0
68
LiveWell Global Kembangkan Teknologi Air dan Inhalasi Hidrogen
LiveWell Global Kembangkan Teknologi Air dan Inhalasi Hidrogen

Mengonsumsi air dan inhalasi hidrogen untuk kesehatan, telah menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat di negara-negara maju mirip Jepang, Korea, dan Amerika. Konsep inilah yang kemudian dikembangkan oleh LiveWell Global, perusahaan network marketing di bidang alat bantu kesehatan, untuk menyebarkan Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler.

Co-founder LiveWell Global, Leonar Wiesan, mengatakan, mengonsumsi air hidrogen sudah menjadi potongan dari kebutuhan hidup sehari-hari di negara-negara maju.

“Tak hanya itu, inhalasi gas hidrogen juga mempunyai manfaat berkali lipat dari minum air hidrogen,” ujar Leonard Wiesan dalam keterangan pers.

Pria yang erat disapa Leo ini mengakui, dikala ini LiveWell Global menjadi pionir dalam membuat generator air hidrogen portabel pertama di Indonesia yang bisa dipakai untuk inhalasi gas hidrogen. Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler sangat mudah dan efisien, serta mempunyai kadar hidrogen aktif yang tinggi.

“Produk ini dibentuk di Korea Selatan (Korsel), dengan memakai teknologi Proton Exchange Membran (PEM) yaitu suatu teknologi yang diklaim paling tercanggih untuk memproses air mineral menjadi air hidrogen, Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler juga telah mempunyai sertifikasi internasional,” terang Leo.

Tak sekadar diminum, melalui teknologi yang sangat modern, generator hidrogen portabel ini bisa dipakai untuk inhalasi. “Penelitian oleh seorang profesor di Jepang menyebutkan, inhalasi gas hidrogen sanggup berdifusi dengan gampang ke pembuluh darah, dan lebih gampang menebus sawar otak. Sehingga penyerapannya lebih optimal ke tubuh,” tutur Leo.

Tren inhalasi gas hidrogen ini pun sudah diterapkan sebagai gaya hidup penunjang kesehatan di negara-negara maju mirip Jepang dan Korsel. Penelitian mengenai air hidrogen dan inhalasi gas hidrogen untuk membantu pencegahan penyakit pun sudah diteliti oleh aneka macam institusi medis di seluruh dunia. Bahkan, terdapat lebih dari 1.000 penelitian dan artikel kesehatan yang menyatakan air hidrogen dan inhalasi hidrogen bisa membantu mencegah lebih dari 170 penyakit.

BACA JUGA:  Konflik Senjata Libia, 47 Orang Tewas di RS Tripoli

“LiveWell Global sebagai perusahaan network marketing yang bergerak di bidang kesehatan dan kecantikan, sangat yakin dengan fakta terhadap keunggulan dan pentingnya air hidrogen untuk kesehatan badan terutama dari ancaman radikal bebas yang menjadi penyebab penyakit-penyakit kronis serta keuntungannya yang luar biasa untuk perawatan kulit,” tandas Leo.

Spesialis bedah thorak dan kardiovaskular dari Rumah Sakit Hermina Kemayoran, dr Sihar Deddy K Siahaan SpBTKV, mengatakan, air hidrogen sangat bermanfaat bagi badan terutama untuk bantu penyembuhan penyakit.

“Hidrogen (H2) yaitu unsur kimia nomor satu. Selain itu hidrogen juga merupakan gas yang paling ringan. Kondisi inilah yang membuat hidrogen bisa dipakai untuk kesehatan,” terperinci dr Sihar.

Melalui zat yang ringan itu, hidrogen sanggup mengikat radikalbebas yang ada pada darah manusia. “Seperti yang kita ketahui, alasannya gaya hidup yang tidak baik, darah insan tercampur oleh lemak dan zat radikal bebas. Zat-zat tersebut akan diikat oleh air hidrogen yang kemudian dibuang melalui air seni. Radikal bebas inilah yang menjadi salah satu sumber dari aneka macam penyakit kronis, mirip jantung, stroke, diabetes, paru dan sebagainya,” tutur dr Sihar.

Dokter estetika dari RHED Clinic dan medical trainer, dr Elvin Erick Gultom, menambahkan, selain untuk kesehatan, air hidrogen pun bisa dipakai untuk kecantikan. “Fungsi antioksidan dalam air hidrogen sanggup menangkal radikal bebas yang menimbulkan penuaan dini pada kulit kita,” kata dr Elvin.

Antioksidan intinya menyumbangkan elektron untuk menetralkan radikal bebas atau menghentikan proses kerusakannya bahwa ada keseimbangan halus antara radikal bebas dan antioksidan yang secara alami dibentuk di kulit.

“Ketika keseimbangan itu hilang balasan terlalu banyak radikal bebas,kita mengalami sesuatu yang disebut stres oksidatif, yang berperan dalam penuaan dini pada kulit, hiperpigmentasi, memicu kondisi peradangan mirip eksim dan jerawat, serta kanker kulit,” pungkas dr Elvin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here