Tak Perlu Tambah Parpol di Koalisi Jokowi

0
73
Tak Perlu Tambah Parpol di Koalisi Jokowi
Tak Perlu Tambah Parpol di Koalisi Jokowi

Direktur LIMA Indonesia dan Penggagas Masyarakat Madani untuk Oposisi Indonesia, Ray Rangkuti berpendapat, pembedaan pertolongan dan koalisi partai dalam pilpres ini tidak perlu lagi untuk dirombak. Sebagian besar parpol berada di kubu petahana 01, sementara yang lain berada di kubu penantang 02.

“Komposisinya juga sudah relatif seimbang. Dan sebab itu pula, tidak perlu terlalu memaksakan supaya lebih banyak partai masuk ke dalam koalisi Jokowi. Sebab, banyak parpol dalam gugusan pendukung Jokowi juga mampu berakibat tidak baik bagi demokrasi. Keseimbangan kekuasaan tidak berjalan dengan semestinya. Dengan 4 partai yang ada saja, komposisinya sudah hampir 60% dingklik legislatif dikuasai oleh petahana. Apalagi kalau Partai Demokrat bergabung dalam kekuasaan Pak Jokowi,” katanya, kepada SP, di Jakarta, Minggu (9/6/2019)

Ray menegaskan pentingnya oposisi dalam demokrasi. Bagaimanapun negara demokrasi yang berpengaruh harus diimbangi oleh kekuatan oposisi yang elegan. Selain kualitas oposisinya harus dikembangkan, besaran pendukungnya juga harus berimbang.

“Oposisi yang elegan ditambah pertolongan publik yang berpengaruh akan mampu menjadi kawan kritis pemerintah. Dan itu akan menciptakan negara kita berpengaruh dan bergerak dinamis. Hanya presiden yang kurang percaya diri yang menginginkan serta membutuhkan banyak pertolongan kepadanya. Tapi presiden yang juga memperhatikan betapa demokrasi harus dikelola, beliau juga akan mendorong lahir dan kuatnya gerakan oposisi,” katanya.

BACA JUGA:  Cara Keluarga Jokowi Hadapi Serangan Isu Negatif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here