Uskup Militer Italia Apresiasi Peran Tentara Nasional Indonesia – POLRI

0
70
Uskup Militer Italia Apresiasi Peran Tentara Nasional Indonesia – POLRI
Uskup Militer Italia Apresiasi Peran Tentara Nasional Indonesia – POLRI

Sebagai negara besar yang mempunyai posisi sangat strategis, dinamika yang terjadi di Indonesia selama pesta demokrasi khususnya terkait dengan Pilpres tahun 2019 diikuti secara seksama oleh dunia internasional. Italia sebagai salah satu negara yang mempunyai dampak berpengaruh dalam percaturan politik dunia, juga tak luput mengikuti perkembangan dinamika tersebut. Indonesia dinilai sanggup menjadi teladan bagi banyak negara dalam pelaksanaan demokrasi dengan mengedepankan toleransi.

Berbicara dengan Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro yang berkunjung ke kantornya di Roma, Italia, pada Rabu (5/6/32019), Uskup Militer Italia, Mgr Santo Marciano mengapresiasi tugas banyak sekali pihak di Indonesia dalam mewujudkan toleransi selama ini termasuk di dalam pesta demokrasi. Secara khusus Santo Marciano memuji tugas Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia yang dinilai secara sungguh-sungguh menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam kunjungan tersebut, AM Putut Prabantoro yang Alumnus Lemhannas PPSA XXI itu didampingi oleh Pastor senior Leo Mali Pr, yang berasal dari Keuskupan Agung Kupang NTT dan Pastor Antonius Suhermanto Pr dari Keuskupan Tanjungkarang, Lampung.

Menurut Santo Marciano, dunia internasional selalu mengikuti apa yang terjadi di Indonesia, alasannya negara ini merupakan negara yang sangat luas wilayahnya, negara dengan penduduk terbanyak di dunia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak dan berada dalam posisi strategis dalam percaturan politik dunia khususnya pada ketika ini.

“Tidak gampang memerintah sebuah negara yang begitu heterogen dengan banyak sekali latar belakang perbedaan. Hanya penyelenggara negara yang sadar betul akan kekhasan Indonesia yang bisa menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk menyelenggarakan negara serumit Indonesia dibutuhkan toleransi yang tinggi dan kekuatan militer dan polisi yang handal,” ujar Santo Marciano, dalam keterangan yang diterima, Minggu (9/6/2019)

Santo Marciano menjelaskan, intinya masyarakat Indonesia yaitu masyarakat yang ramah dan sangat menjunjung tinggi toleransi serta saling menghormati. Ini bisa terbukti dari keluarga-keluarga, masih berdasarkan Santo Marciano, yang dikunjungi ketika tiba ke Indonesia pada tahun 2018.

Oleh alasannya itu sudah sepantasnya, Santo Marciano menambahkan, dirinya mengapresiasi semua pihak yang dengan banyak sekali upaya mempertahankan sekaligus menjaga toleransi antaragama, antarsuku ataupun antar kelompok.

“Secara khusus saya memuji tugas Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia yang secara sungguh-sungguh dan pundak membahu menjaga Indonesia dan toleransinya. Ketika Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia lemah, Indonesia akan menghadapi banyak sekali bahaya dan dunia internasional tidak menghendaki itu. Kami menginginkan Indonesia berpengaruh dan bersatu. Toleransi dan Kerukunan yaitu dua kata yang tidak bisa dipisahkan,” tegas Uskup Militer Italia itu.

BACA JUGA:  Son: Tiga Pekan Lagi Siap Tempur

Sementara itu, AM Putut Prabantoro menjelaskan bahwa kunjungannya ke Keuskupan Militer Italia itu merupakan pemenuhan janjinya kepada Santo Marciano yakni sebagai kunjungan jawaban atas pertemuan keduanya di Indonesia pada tahun 2018.

“Apa yang diucapkan Mgr Santo Marciano mendorong saya dan bersama rekan-rekan yang lain untuk mewujudkan toleransi dan kerukunan di Indonesia senyatanya tanpa kenal lelah. Hubungan Indonesia dan Italia telah menginjak usia ke 70 tahun sejak tahun 1949 ketika Italia mengakui kemerdekaan Indonesia atau dua tahun sehabis Vatikan secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia pada Juli 1947. Vatikan menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia atas tugas Uskup Pribumi pertama, Mgr. A. Soegijapranata SJ,” terang Putut Prabantoro, yang juga menjabat sebagai Ketua Presidum Bidang Komunikasi Politik ISKA (Ikatan Sarjana Nasrani Indonesia).

Sementara berdasarkan Pastor Leo Mali Pr, sekalipun berkantor di Italia dan dinamai Keuskupan Militer Italia, jabatan Uskup Militer Italia dipilih eksklusif oleh Paus, sebagai pimpinan tertinggi Gereja Katolik. Oleh alasannya itu secara hirarkis, Uksup Militer Italia tunduk pada perintah Vatikan. Uskup Militer Italia mempunyai Paroki (Gereja) Militer di banyak sekali kota di Italia. Bahkan, Uksup Militer Italia yang salah satunya bertanggung jawab atas training rohani angkatan bersenjata Italia dan keluarganya. Jika diharapkan beliau akan melaksanakan perjalanan ke banyak sekali cuilan dunia di mana angkatan bersenjata Italia ditempatkan.

Di final pertemuan, Mgr Santo Marciano menawarkan kenang-kenangan plakat dari Ordinariato Militare Per L’Italia – Ordinariat Militer Italia yang didirikan pada tahun 1925. Di dalam plakat tersebut terulis Doa Untuk Tanah Air (Italia).

DOA UNTUK TANAH AIR

Allah ilahi dan kekal
Yang membuat kemuliaan, langit, daratan dan lautan.

Dengarkanlah Kami
Yang berjanji setia
Di bawah bendera.

Kami telah menjanjikan cinta dan bakti pada tanah air
Sebagai penghormatan pada mereka yang sudah meninggal

Agar Kami hidup dalam dunia yang lebih bebas Dan Adil.

Berikanlah Kami Tuhan,
kekuatan untuk menjaga harta berharga dari Perdamaian
dalam kesatuan semangat dengan semua
yang berkorban dan menderita.

Berikan kami kegembiraan
untuk memberi pengorbanan Kami yang terbaik,
Untuk ketentraman rumah Kami ,
Kejayaaan tanah air Kami dan
Untuk kebaikan Italia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here