Ini Penjelasan DKI soal Anggaran Mudik Rp 14 Miliar

0
70
Ini Penjelasan DKI soal Anggaran Mudik Rp 14 Miliar
Ini Penjelasan DKI soal Anggaran Mudik Rp 14 Miliar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membantah adanya dugaan tindakan korupsi dalam anggaran penyelenggaraan pulang kampung bersama yang gres digelar pertama kali.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Sigit Widjatmoko menyampaikan dalam penyelenggaraan Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta Tahun 2019 ini, terdapat sejumlah gosip yang tidak benar dan tidak akurat yang tersebar di media umum terkait anggaran sewa bus yang mencapai Rp 14 miliar.

Perlu diketahui, anggaran dengan jumlah tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi sewa bus, melainkan juga untuk menyewa truk pengangkut motor dengan total 62 truk, yang terdiri dari 36 truk arus pulang kampung dan 26 truk arus balik.

“Kemudian biaya pajak, pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara. Sehingga, anggaran untuk sewa bus saja sebesar Rp 11,4 miliar,” kata Sigit Widjatmoko dalam siaran persnya, Minggu (9/6/2019).

Tersebar pula gosip di media umum yang menyatakan sewa bus dilakukan hanya sekali jalan. Hal itu tidak benar, karena layanan Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta ini tidak hanya arus mudik, tetapi juga arus balik. Dengan demikian, armada bus yang disiapkan juga untuk dua kali perjalanan, dengan total armada sebanyak 594 bus.

Selain itu, tersiar kabar bahwa biaya per armada bus menghabiskan Rp 29 juta dengan tujuan Ciamis, Tasikmalaya, dan Kuningan berbiaya sama.

“Untuk diketahui, harga sewa bus tidak sama dan tidak dipukul rata untuk semua tujuan. Besarannya berbeda-beda, sesuai kota tujuannya. Tentu, harga sewa ke Ciamis tidak sebesar harga sewa bus ke Yogyakarta, dan harga ke Yogyakarta tidak sama dengan harga ke Jombang, dan seterusnya,” ujar Sigit Widjatmoko.

Kendati demikian, jikalau dirata-rata, maka rincian anggaran untuk sewa bus secara umum yaitu anggaran untuk sewa bus sebesar Rp 11,4875 miliar dengan jumlah bus 594 bus (372 dikala arus pulang kampung dan 222 dikala arus balik).

BACA JUGA:  Mozambik Dihantam Topan Kenneth

Maka, harga sewa rata-rata Rp 19,3 juta per bus. Satu bus mempunyai kapasitas sebanyak 54 orang. Maka, biaya rata-rata per orang yaitu Rp 358 ribu per orang.

Sehingga, jumlah penghitungan anggaran sewa per bus bukan sebesar Rp 29 juta per bus mirip yang tersebar di media sosial, melainkan Rp 19,3 juta per bus.

Sementara itu, biaya per orang bukan Rp 800.000 mirip yang disebutkan di media sosial, melainkan sebesar Rp 358.000 per orang.

Di samping itu, kontrak dengan kawan operator baik bus maupun truk merupakan kontrak harga satuan. Artinya, pembayaran sesuai jumlah bus dan truk yang dipakai.

“Sehingga, Pemprov DKI Jakarta tidak membayar unit kendaraan yang tidak dipakai. Untuk dikala ini belum dilakukan pembayaran, mengingat kegiatan arus balik yang masih berjalan,” ungkap Sigit Widjatmoko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here