Demi Album Digital, Kelvin Andreas Perdalam Musik Jaz Hingga Amerika

0
93
Demi Album Digital, Kelvin Andreas Perdalam Musik Jaz Hingga Amerika
Demi Album Digital, Kelvin Andreas Perdalam Musik Jaz Hingga Amerika

Buat sebagian orang, musik jaz dianggap sebagai genre yang berat, abstrak, dan rumit. Namun, tidak buat penyanyi Kelvin Andreas. Menurutnya, musik jaz mempunyai keunikan tersendiri. Hal itu dibuktikannya dengan mulai mengenal musik jaz semenjak usia 6 tahun. Tak hanya menyukai musik beraliran jaz, putra pasangan The Alexander Theogianto dan Selvia Ang itu juga berusaha memahami alat musik yang kerap digunakan.

Alumnus Sekolah Menengan Atas Katolik Petra 2 Surabaya itu menilai bahwa kekayaan musik beraliran jaz justru terletak dari nada yang keluar dari instrumen yang dimainkan.

“Setelah lebih mengenal jaz, saya jadi jatuh cinta.Menurut saya musiknya unik dan punya karakter. Demi mendalami ilmu musik jaz saya pun mencoba mendalaminya dari Yason Gunawan. Dari beliau, saya berguru banyak mirip teori musik dan instrumen lain ialah saksofon dan piano,” ucapnya dikala berbincang dengan sejumlah media, Selasa (11/6/2019).

Usai lulus pendidikan SMA, dirinya pun menetapkan untuk mendalami ilmu musik dengan mengambil bidang kuliah musik sebagai jalan hidupnya. Meski sebenarnya, kedua orangtuanya agak ragu dengan apa yang diambilnya. Namun, Kelvin tetap berusaha meyakinkan dengan mencoba mendaftar di sebuah universitas musik bertaraf Internasional. Hasilnya, dirinya menerima beasiswa di Universitas Capilano Kanada, tetapi atas tawaran sang kakak, dirinya mencoba mengambil kuliah di Berklee College of Music Boston, Amerika Serikat.

“Awalnya sempat ragu bisa ambil kuliah di Berklee. Namun Puji Tuhan kesannya saya bisa keterima juga di sana dan menerima beasiswa juga. Ssaat kuliah di sana, ujiannya tidaklah mudah, alasannya adalah kita diuji untuk bisa berimprovisasi. Kemudian, ada tes kemampuan sight reading atau baca partitur not balok. Terakhir, saya diuji banyak sekali genre musik, mirip jaz dan funk, sekaligus jamming bareng jurinya. Di sana saya ambil jurusan Jaz Composition alasannya adalah saya mencoba menyebarkan talenta dan minat saya di bidang musik jaz,” tambahnya.

BACA JUGA:  Tak Bayar Gaji Karyawan, PT Graha Nakula Persada Disomasi

Selama empat tahun berguru perihal musik jaz di Berklee, cowok kelahiran Surabaya, 20 September 1995 itu pada awal April lalu, merilis album yang berjudul Vivid Imagery. Terdapat tujuh buah lagu yang digarapnya sendiri. Kini, album itu bisa dinikmati di aplikasi musik digital, mirip Spotify dan iTunes.

Selain mendalami musik jaz, beberapa prestasi membanggakan pernah diraih Kevin yakni tampil dalam program Berklee China US Music Concert featuring Tia Ray di Boston, Massachusetts, dan Hanbeom n Lee Jazz Quartet di New York pada tahun 2018 lalu. Lalu puncaknya tahun 2018 lalu, dia bersama band GRJ and The Recipe pernah menerima nominasi Best Blues Act of the Year 2018 oleh New England Music Awards.

Lalu melaksanakan tur ke Washington DC dengan Ai’s Sakura Band selama tiga hari pada program tahunan Cherry Blossom Festival.

“Dalam waktu bersahabat ini saya juga diundang buat program TV AM Garden Show. Maindan sekalian bahas dan promo album Vivid Imagery,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here