Penyedia Platform Harus Ikut Bertanggung Jawab Terjadinya Radikalisasi via Medsos

0
109
Penyedia Platform Harus Ikut Bertanggung Jawab Terjadinya Radikalisasi via Medsos
Penyedia Platform Harus Ikut Bertanggung Jawab Terjadinya Radikalisasi via Medsos

Penyedia platform media umum (medsos) mirip Youtube, Facebook, Whatsapp, dan lain-lain, harus ikut bertanggung jawab terhadap terjadinya radikalisasi via medsos.

Selama ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melaksanakan aneka macam cara untuk membendung problem ini. Namun, langkah itu tidak cukup efektif tanpa adanya filter dari penyedia platform. Sebab, konten-konten radikal terorisme masih berkeliaran bebas di medsos.

“Penyedia medsos ini juga perlu ikut bertanggung jawab. Mereka seharusnya mampu memfilter sebelum konten radikal tersebut tersebar ke masyarakat. Apalagi problem terorisme ini termasuk dalam katagori extraordinary crime,” ujar pengamat intelijen dan terorisme, Wawan Hari Purwanto.

Menurutnya, radikalisasi via online melalui medsos sudah menjadi bahaya konkret dan sangat serius sehingga perlu diwaspadai. Karena bagi kelompok radikal terorisme, media umum merupakan sebuah sarana yang efektif dipakai untuk merekrut dan melaksanakan indoktrinasi alasannya adalah jangkauan yang luas.

“Dari beberapa masalah banyak pihak terpapar melalui medsos. Bai’at yang mereka (kelompok teroris) kini juga sudah via medsos. Bahkan mereka juga mampu melaksanakan tanya jawab kalau mengalami kesulitan dalam menciptakan materi peledak. Sehingga rekrutmen kini ini tidak perlu tatap muka lagi,” ungkap Wawan.

Lebih lanjut Wawan mengatakan, dalam pengamatannya, sejauh ini pergerakan kelompok-kelompok radikal mirip Jamaah Ansyorut Daulah (JAD) yang sudah dibubarkan oleh pemerintah itu masih eksis untuk mengembangkan paham radikal melalui medsos.

Pria yang juga pendiri sekaligus peneliti di Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) ini meminta Kemkominfo untuk mampu membatasi ruang gerak penyebaran paham radikal terorisme ini melaui medsos.

BACA JUGA:  TNI AD dan Marinir Tenangkan Mahasiswa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here