Pertamina dan Saudi Aramco Sepakat Lanjutkan Kerja Sama Kilang Cilacap

0
98
Pertamina dan Saudi Aramco Sepakat Lanjutkan Kerja Sama Kilang Cilacap
Pertamina dan Saudi Aramco Sepakat Lanjutkan Kerja Sama Kilang Cilacap

PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco setuju melanjutkan kolaborasi dalam menyiapkan pengembangan kilang minyak Cilacap. Kesepakatan ini dicapai di sela-sela pertemuan G20 di Jepang yang dihadiri Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi (yang juga menjadi Chairman Saudi Aramco), Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

VP Corporate Communication PT Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, kedua pihak setuju bantu-membantu melibatkan reputable financial advisor dalam rangka finalisasi valuasi dan denah kerja sama. Hal ini penting untuk menjamin kolaborasi pengembangan Kilang Cilacap akan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Kami menyambut baik akad ini, supaya menjadi win-win solution yang mampu diterima oleh kedua belah pihak dan mempercepat dimulainya pengembangan Kilang Cilacap,” kata Fajriyah Usman.

Fajriyah Usman menambahkan, joint venture development agreement antara Pertamina dengan Saudi Aramco yang tengah berjalan ketika ini sedianya akan berakhir pada final Juni 2019. Namun dengan akad ini, akan diperpanjang hingga final September 2019. “Dengan demikian, valuasi dan denah kolaborasi antara Pertamina dengan Aramco untuk kilang Cilacap harus selesai dalam 3 bulan ke depan,” tambah Fajriyah Usman.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan membentuk tim adonan dari Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Pertamina. Dalam melakukan tugasnya, tim tersebut akan didampingi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan aksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejagung untuk memastikan seluruh proses yang dijalankan sesuai aspek good corporate governance (GCG) dan peraturan perundangan yang berlaku.

Seperti diketahui, pengembangan Kilang Cilacap merupakan bab dari enam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan New Grass Root Refinery (NGRR) untuk meningkatkan kapasitas produksi materi bakar minyak Pertamina, dari ketika ini 1 juta barel per hari menjadi sekitar 2 juta barel per hari. Keenam proyek tersebut ialah RDMP Cilacap, RDMP Balikpapan, RDMP Balongan, RDMP Dumai, NGRR Tuban dan NGRR Bontang.

BACA JUGA:  Euforia Kemenangan Atas Spurs Berujung Kekelahan Pertama Muenchen

Selain meningkatkan kapasitas kilang, kualitas produk yang dihasilkan akan lebih baik yaitu mencapai standar EURO V yang lebih ramah lingkungan.

Sebelumnya, Pertamina juga telah menuntaskan proyek Langit Biru Cilacap, yang mulai dioperasikan semenjak bulan Maret 2019, sehingga ketika ini Kilang Cilacap telah memproduksi BBM yang lebih ramah lingkungan dengan standar EURO IV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here