Data: Jakarta Rawan Kebakaran

0
75
Data: Jakarta Rawan Kebakaran
Data: Jakarta Rawan Kebakaran

Jakarta rawan akan tragedi kebakaran. Setidaknya berdasarkan data, kebakaran di Ibu Kota mampu mencapai 3-4 kali dalam sehari. Kebakaran yang terjadi di tempat Tanah Abang, Minggu (30/6/2019), menguatkan perkiraan lemahnya langkah antisipasi kebakaran dari Pemprov DKI.

Guru Besar Universitas Pelita Harapan (UPH), Manlian Ronald A. Simanjuntak menuturkan, data kebakaran di Jakarta yang mampu mencapai 3-4 dalam sehari muncul dari hasil kajiannya. Penyebabnya yaitu DKI belum mempunyai Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK) yang komprehensif.

“RISPK yaitu taktik komprehensif bagi Jakarta untuk merespon imbas ancaman kebakaran yang terjadi,” kata Manlian, di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Sejauh ini, lanjut dia, RISPK masih dalam tahap penyusunan oleh Pemprov DKI. Rujukannya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No: 25/PRT/M/2008 wacana Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran dan juga Perda DKI Jakarta No. 8 tahun 2008.

Diharapkan RISPK disusun secara komprehensif dan terintegrasi guna mengantisipasi potensi kebakaran yang terjadi setiap hari. Dia memandang RISPK penting dalam menyelenggarakan acara daerah yang berkelanjutan.

Manlian menuntut RISPK disusun secara komprehensif dikarenakan Permen PU belum melingkupi proses pencegahan kebakaran (RSCK), proses penanggulangan kebakaran (RSPK), dan proses pengendalian/pasca kebakaran (RSKK).

Sedangkan Perda DKI No. 8 tahun 2008 belum ideal. Maka penyusunan RISPK membutuhkan pengawalan ekstra dari publik mengingat, RISPK nantinya bakal menjadi perda. Bahkan bukan mustahil RISPK Jakarta mampu menjadi model untuk pemprov lainnya.

“Melalui RISPK Jakarta, bobot risiko 5 tempat Jakarta terhadap ancaman kebakaran mampu diputuskan dalam bentuk ‘risk scooring’. RISPK Jakarta akan menjadi teladan Penataan Ruang Jakarta. RISPK Jakarta menjadi dasar perencanaan taktik penataan elemen lingkungan dalam rangka mengantisipasi ancaman kebakaran,” tekan dia. (E-11)

BACA JUGA:  Meningkat Drastis, Ada 504 Kasus Demam Berdarah di Depok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here