Milenial Jokowi – Prabowo Pertemukan Erick Thohir dan Sandiaga

0
59
Milenial Jokowi - Prabowo Pertemukan Erick Thohir dan Sandiaga
Milenial Jokowi - Prabowo Pertemukan Erick Thohir dan Sandiaga

Dua kelompok milenial pendukung kedua pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019, KitaSatu dan Gerakan Milenial Indonesia (GMI), akan menggelar program kerja sama yang mempertemukan Erick Thohir dan Sandiaga Uno di Kemang Village, Jakart Selatan, Sabtu (13/7/201) besok.

Inisiator acara, Arief Rosyid, mengatakan, generasi milenial di kedua kubu telah memberikan tugas penting dalam momentum Pilpres 2019 yang lalu.

“Milenial berhasil menjadi vote-getter yang signifikan bagi masing-masing pasangan calon. Hampir semua berkisar di isu-isu terkait milenial,” terperinci Arief

Arief menambahkan, aktivis kampanye kreatif di kedua kubu juga ialah generasi milenial. Bisa dibilang, tugas milenial sangat dominan. Walaupun sempat berbeda pandangan, milenial di semua kubu mempunyai kepentingan yang sama, yakni bukan sekedar menjadi objek bunyi namun ikut menentukan perubahan.

“Milenial ingin segera mengakhiri rivalitas Pilpres. Kita perlu bergerak dari tahapan kompetisi ke tahapan kolaborasi, sama-sama membangun bangsa,” tegas mantan jubir Milenial Jokowi – Amin ini.

Koordinator Nasional GMI, Sasha Tutuko, menambahkan, generasi muda Indonesia mempunyai banyak porensi yang mampu diasah melalui banyak sekali kolaborasi.

“Acara kerja sama ini dilakukan sebagai perjuangan menjaga persaudaraan dalam politik. Kami mengubah posisi masing-masing. Dalam demokrasi kan ada prosedur check and balance,” ungkap Sasha.

Sasha mengutip pesan Sandiaga Uno selaku Pembina GMI, anak muda harus mampu bekerja sama membagun negeri ini dengan semangat persatuan Indonesia. Perbedaan yang ada, jangan hingga merusak persaudaraan diantara generasi muda. Sebagai tanggung jawab watak pemuda-pemudi generasi milenial mampu menghiasi perbedaan dengan bentuk yang sabaik mungkin.

“GMI sangat antusias terlaksananya kerja sama ini. Untuk kedepannya, diperlukan mampu menjadi pola kedua belah pihak untuk tetap harmoni dalam melampaui perbedaan,” tegas Sasha.

BACA JUGA:  Nahas, Teperdaya Wanita Cantik di ATM, Uang Warga Bogor Ludes

Koordinator KitaSatu, Pradana Indraputra, mengatakan, demokrasi bukan hanya perihal hasil, tapi juga prosesnya. Bagaimana bangsa Indonesia mampu belajar, membangun pengalaman bersama.

“Seperti Pak Jokowi yang tidak pernah membeda-bedakan kelompok manapun. Selalu mendapatkan dengan tangan terbuka. Kita menentukan demokrasi supaya bangsa kita semakin kuat,” terperinci Pradana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here