Istimewa, Jemaah Haji Indonesia Disambut Putra Raja Salman

0
67
Istimewa, Jemaah Haji Indonesia Disambut Putra Raja Salman
Istimewa, Jemaah Haji Indonesia Disambut Putra Raja Salman

Jemaah Haji Indonesia menerima perlakuan istimewa untuk kesekian kalinya dari Kerajaan Arab Saudi. Putra Raja Salman, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulaziz Al Saud menyambut kedatangan kloter jemaah haji Indonesia dari Embarkasi Pondok Gede (JKG 11) yang melewati jalur fast track Sabtu (14/7/2019) di Bandara Madinah.

Turut mendampingi dalam program penyambutan, Menteri Haji dan Umrah, Dr. Muhammad Shalih Taher Bentin, Presiden GACA (General Authority of Civil Aviation) Abdul Hadi Al-Mansouri dan beberapa pejabat tinggi baik dari Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Dari perwakilan Pemerintah Republik Indonesia tampak hadir Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dan kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat.

Melalui keterangan pers, Dubes Agus Maftuh menegaskan bahwa dalam sejarah haji Indonesia, ini yaitu pertama kalinya jemaah haji Indonesia disambut oleh seorang Putra Raja. Sambutan istimewa ini memperlihatkan betapa kuatnya relasi bilateral kedua negara dalam poros SAUNESIA (Saudi Indonesia) yang berada dalam masa-masa keemasan.

Pangeran Faisal bin Salman yaitu abang dari Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman yang sangat bersahabat dengan Presiden Jokowi.

Dubes Agus Maftuh meyakini bahwa Kerajaan Arab Saudi memperlihatkan keistimewaan kepada Indonesia juga tidak mampu dipisahkan dari relasi hangat antara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Pangeran Faisal bin Salman mengapresiasi jemaah haji Indonesia, meski jumlahnya terbesar namun dikenal sebagai jemaah yang tertib, disiplin dan taat aturan, sehingga sangat membantu dalam membuat kelancaran penyelenggaraan haji yang nyaman sebagai realiasasi Visi Saudi 2030.

Dubes Agus Maftuh menegaskan bahwa jalur fast track ini yaitu pengalaman untuk kedua kalinya bagi jemaah Indonesia sebab Indonesia termasuk negara pertama kali yang menerima “keistimewaan” ini pada tahun yang kemudian bersama dengan Malaysia.

BACA JUGA:  Kalah dari PS Tira, Pelatih Semen Padang Mundur

Agus Maftuh juga menambahkan untuk tahun ini Kerajaan Arab Saudi menambahkan 3 negara yang mampu menikmati pelayanan gres ini yaitu Pakistan, Bangladesh dan Tunisia dengan total jumlah 225.000.

Dubes RI yang juga staf pengajar UIN Sunan Kalijaga tersebut sangat bersyukur atas fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kepadanya. Salah satu fasilitas tersebut yaitu Dubes RI mampu berkomunikasi pribadi dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dalam komunikasi dengan Raja tersebut Dubes memberikan impian Presiden Joko Widodo untuk menambah kuota haji 29.000 menjadi 250 ribu jemaah mengingat masa antre di Indonesia mampu mencapai 30 tahun.

“Alhamdulillah tahun ini sudah ada penambahan 10.000 jemaah dan diperlukan tahun depan mampu menambah 19.000 lagi supaya mampu mencapai 250.000 jemaah,” kata Dubes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here