Menhub Targetkan Runway 3 Soetta Beroperasi Agustus

0
58
Menhub Targetkan Runway 3 Soetta Beroperasi Agustus
Menhub Targetkan Runway 3 Soetta Beroperasi Agustus

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang beroperasi paling lambat pada pertengahan Agustus 2019 dan dibutuhkan bisa menjadi kado hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2019.

Dia menjelaskan, progres pengerjaan konstruksi landasan tersebut untuk dimensi 2.500 x 40 meter (m) sudah tuntas 100 persen. Kementerian Perhubungan (Kemhub) juga melaksanakan proving flight dengan memakai pesawat kalibrasi atas runway 3 pada Minggu (21/7/2019).

“Ini tadi bukan penerbangan pertama tapi penerbangan tes untuk runway ini. Tadi pilotnya menyatakan clear, tidak ada masalah. Makara secara teknis ini sudah bisa dipertanggungjawabkan untuk dioperasikan,” kata Budi ketika meninjau pribadi runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan proving flight pada Minggu (21/7/2019).

Budi menambahkan, sehabis pengujian landasan ini, pihaknya akan mematangkan persiapan pengoperasian runway 3 dengan tahap awal yang dioperasikan sepanjang 2.500 m. Nantinya, runway 3 akan beroperasi penuh dengan dimensi 3.000 x 60 m pada September atau Oktober 2019.

“Kita akan usulkan (kepada Presiden) paling lambat pertengahan Agustus bisa beroperasi. Sebenarnya kini bisa tetapi saya pikir lebih baik kita sempurnakan dengan mengoordinasikan dengan AirNav dan sebagainya beberapa hal yang minor. Kalau fisik sesungguhnya sudah siap,” imbuh Budi.

Dengan adanya runway 3, terang Budi, kapasitas sisi udara Bandara Soekarno-Hatta bertambah dari kondisi kini 81 pergerakan pesawat per jam menjadi 114 pergerakan pesawat per jam. “Sekarang kemampuan dari Bandara Soekarno-Hatta untuk 1 jam itu kira-kira 81 take off-landing. Dengan kapasitas itu, memang kita belum bisa menciptakan kecepatan (pelayanan) jadi lebih baik,” sebut Budi Karya.

Lebih jauh, beliau mengungkapkan, memang masih ada lahan untuk runway 3 ini yang masih dalam proses pembebasan.

BACA JUGA:  Polisi Gagalkan 5 Karung Sabu di Truk Kontainer

“Ada pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang menawarkan rekomendasi untuk urusan lahan. Menurut ekonomis saya, ini di sini benar-benar ganti untung. Karena pertama kali pembebasan tanah di sini saya. Dulu itu mungkin harga tanah masih di bawah Rp 100.000. Sekarang sudah tinggi, jadi masyarakat bisa pindah dengan apa yang didapatkan,” terang mantan eksekutif utama PT Angkasa Pura (AP) II itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here