Nunung Ditahan, Mantan Kepala BNN: Harusnya Direhabilitasi

0
24
Nunung Ditahan, Mantan Kepala BNN: Harusnya Direhabilitasi
Nunung Ditahan, Mantan Kepala BNN: Harusnya Direhabilitasi

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen (pur) Anang Iskandar mempertanyakan penanganan kasus terhadap artis komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat.

Pensiunan jenderal bintang tiga ini mengaku galau dengan kontruksi aturan dalam masalah ini. Apakah Nunung dianggap sebagai pengedar atau penyalahguna untuk diri sendiri.

“Kalau Nunung berperan sebagai penyalahguna kenapa Nunung ditahan dalam proses penegakan hukumnya? Bukankah menurut UU Narkotika kewajiban penegak aturan untuk penyidikan, penuntutan, dan pengadilan secara rehabilitatif terhadap kasus penyalahguna untuk diri sendiri?,” ujar Anang melalui rilis Rabu (23/7/2019).

Penegakan aturan rehabilitatif mirip dalam kasus Nunung ialah ketentuan UU Narkotika yang tertuang terang dalam pasal tujuan dibuatnya UU. Yaitu penyalahguna dan pecandu dijamin untuk menerima pengaturan upaya rehabilitasi baik rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial.

“Secara yuridis jikalau Nunung sebagai penyalahguna untuk dirinya sendiri maka Nunung harus menjalani proses penegakan aturan tanpa penahanan, alasannya ialah kasus penyalahguna narkotika tidak memenuhi sarat untuk dilakukan penahanan,” sambungnya.

Oleh alasannya ialah sifat penegakan hukumnya rehabilitatif maka kewajiban penyidik untuk menempatkan Nunung di rumah sakit yang ditunjuk mirip RSKO Rehabilitasi Lido menurut kewenangan yang diberikan kepada penyidik narkotika.

“Ini menurut Pasal 13 PP 25 tahun 2011. Kecuali Nunung mampu dibuktikan sebagai pengedar, atau kepemilikan narkotikanya untuk dijual guna menerima laba maka Nunung sah dan memenuhi syarat untuk dilakukan upaya paksa oleh penyidik narkotika berupa penahanan,” ingatnya.

Demikian pula proses penuntutannya kelak maka Nunung dan kasus penyalahguna lainnya harus bersifat rehabilitatif. Kalau Nunung dijatuhi eksekusi rehabilitasi maka jaksa penuntut umum menurut UU Narkotika secara khusus kehilangan hak untuk banding meskipun dituntut dengan eksekusi penjara.

BACA JUGA:  Tarik Seluruh Diplomat, AS Kosongkan Kedubes di Venezuela

“Selama ini kasus penyalahguna dituntut seakan-akan penyalahguna itu mirip pengedar atau turut serta membantu mengedarkan. Penuntutan model ini bertentangan dengan kewajiban penuntut yang tertera dalam UU Narkotika,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here