Sayangkan Penahanan Munirwan, PDIP Aceh Advokasi Sertifikasi Benih IF8

0
62
Sayangkan Penahanan Munirwan, PDIP Aceh Advokasi Sertifikasi Benih IF8
Sayangkan Penahanan Munirwan, PDIP Aceh Advokasi Sertifikasi Benih IF8

Pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Banda Aceh, Aceh, menyesalkan kejadian tidak mengenakkan yang dialami pengembang benih padi unggul IF8 yang juga Kepala Desa (Keuchik) Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Tengku Munirman. PDIP akan berusaha sekuat tenaga membantu Munirman agar segera mendapatkan sertifikasi atas hasil kerjanya itu.

Munirwan ditahan oleh Polda Aceh setelah dilaporkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terkait penyebaran bibit padi unggul IF8 hasil inovasinya kepada komunitas petani di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Alasannya, benih padi itu belum bersertifikasi.

Sekretaris DPC PDIP Kota Banda Aceh Teuku Mahfud mengatakan, pihaknya mendapat perintah langsung dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan menegaskan bahwa PDIP erjuanganakan membantu melakukan apa saja yang diperlukan Tengku Munirwan.

“Khususnya, agar Munirman bisa segera memperoleh sertifikasi untuk bibit padi IF8 yang sedang dikembangkannya,” kata Teuku Mahfud, Jumat (26/7/2019). Bila perlu, kata dia, PDIP akan mengerahkan bantuan tenaga ahli agar dapat melakukan kajian sesuai standar yang ditetapkan.

“Bahkan, jika diperlukan sampai mendapatkan hak paten,” ujarnya. Teuku Mahfud mengatakan, tindakan itu dilakukan karena PDIP menganggap apa yang dilakukan oleh Munirwan merupakan kerja nyata di dalam pengabdian kepada masyarakat. Hal itu sesuai dengan semangat yang dibawa oleh PDIP.

Dia menjelaskan, Bapak Bangsa Bung Karno pernah menyampaikan soal prinsipĀ machtsanwending, yaitu menggunakan kekuatan atau kekuasaan untuk menyejahterakan rakyat. Maka, PDIP akan mewujudkannya lewat mendukung dan ikut bekerja dalam upaya-upaya sejenis, seperti yang dilakukan oleh Munirwan, di seluruh Aceh.

Karena itu pula, Teuku Mahfud mengatakan, pihaknya meminta agar pihak-pihak terkait tidak asal-asalan dalam melanjutkan proses hukum atas kasus itu. “Kami mengharapkan pihak terkait untuk bijak di dalam mengambil tindakan dan keputusan terkait masalah Tengku Munirwan,” tandasnya.

BACA JUGA:  Arema FC Tundukkan Barito Putra

Penahanan itu terjadi setelah ada pelaporan dari Dinas Pertanian setempat terkait penjualan bibit padi unggul IF8 hasil pengembangan kelompok tani desa. Bibit itu dijual kepada komunitas tani lain di Aceh Utara, tetapi belum bersertifikasi. Padahal, benih unggul itu hasil inovasi kelompok tani.

Sekretaris Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Aceh Al Fadhir menyayangkan penahanan terhadap Munirwan. Sebab, kata dia, bibit padi IF8 itu itu awalnya didapatkan warga dari pemberian Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh nonaktif pada 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here