Dalam 3 Bulan, 400.000 Orang Mengungsi di Suriah

0
60
Dalam 3 Bulan, 400.000 Orang Mengungsi di Suriah
Dalam 3 Bulan, 400.000 Orang Mengungsi di Suriah

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan pada Jumat (26/7), lebih dari 400.000 orang telah mengungsi di Suriah barat bahari selama tiga bulan terakhir. Lebih dari 100 tewas dalam serangan udara Suriah dalam 10 hari terakhir.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengutuk “ketidakpedulian internasional” dalam menghadapi meningkatnya jumlah korban tewas dalam serangan udara pemerintah di sekolah-sekolah, rumah sakit, pasar, bahkan toko roti di daerah itu.

“Ini ialah objek sipil, dan sepertinya sangat tidak mungkin, mengingat contoh serangan mirip itu yang terus-menerus, dan semua warga terkena kecelakaan. Serangan yang disengaja terhadap warga sipil ialah kejahatan perang, dan mereka yang telah memerintahkan atau melaksanakannya bertanggung jawab secara pidana atas tindakan mereka,” katanya.

Didukung oleh sekutu utama yakni Rusia, pemerintah Suriah memulai ofensif terhadap kantong pemberontak di barat bahari Suriah – daerah terakhir dari oposisi aktif Presiden Bashar al-Assad – pada tamat April, dengan menyatakan pihaknya hanya merespons pelanggaran gencatan senjata.

Wilayah Idlib yang didominasi jihadis seharusnya dilindungi oleh perjanjian gencatan senjata internasional yang telah berumur beberapa bulan. Tetapi wilayah ini justru digempur terus oleh pemerintah dan sekutunya Rusia semenjak tamat April.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, lonjakan kekerasan telah menewaskan lebih dari 740 warga sipil. Kelompok-kelompok pinjaman menggambarkan episode berdarah terakhir perang saudara delapan tahun Suriah ini sebagai “mimpi buruk”.

“Lebih dari 400.000 orang telah melarikan diri dari kekerasan di daerah itu semenjak tamat April,” kata David Swanson dari kantor koordinasi kemanusiaan PBB OCHA.

BACA JUGA:  Polisi Selidiki Uang Rp 90 Miliar dalam Koper di Soetta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here