Pengelolaan Sampah Buruk, Anies Salahkan Gubernur Sebelumnya

0
55
Pengelolaan Sampah Buruk, Anies Salahkan Gubernur Sebelumnya
Pengelolaan Sampah Buruk, Anies Salahkan Gubernur Sebelumnya

Setelah Kunjungan Kerja (kunker) ke Surabaya, DPRD DKI mengkritik pengelolaan sampah di DKI Jakarta jelek dibandingkan Surabaya yang sudah jauh lebih baik.

Salah satu anggota dewan yang mengkritik ialah Ketua Fraksi Nasdem, Bestari Barus.

Menanggapi kritikan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) di masa kepemimpinannya, justru sedang mengubah sistem pengelolaan sampah di Jakarta.

Menurutnya, sebelum dirinya bertugas sebagai Gubernur DKI, belum ada dibangun Intermediate Treatment Facility (ITF) atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dalam Kota. Saat ini, Pemprov DKI bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sedang membangun ITF Sunter di Jakarta Utara.

“Saya sedang merubah. Sebelum saya bertugas, tidak ada pengolahan sampah mirip ITF. Sekarang kita mulai ada ITF, lagi diproses. Kemudian di Bantargebang, kini ada pengelolaan sampah dari sampah ke energi. Itu dulu belum ada,” kata Anies di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

Karena itu, Anies Baswedan menilai kritikan yang disampaikan Bestari Barus tidak sempurna ditujukan kepada dirinya. Malahan justru ditujukan kepada gubernur sebelumnya. Dan Bestari Barus turut bertanggung jawab terhadap pengolahan sampah Jakarta yang jelek alasannya ialah terjadi semasa Bestari menjadi anggota DPRD DKI.

“Jadi ia suka lupa. Mau nyerang Gubernur yang sekarang, lupa ini (kritikan) nyerang gubernur yang sebelum-belumnya. Yang saya terima ketika ini ialah kenyataan yang ada semenjak kemarin. Justru kita sedang menyiapkan perubahan,” ujar Anies Baswedan.

Tidak hanya itu, ketika ini, pihaknya sedang menuntaskan roadmap pengelolaan sampah di Jakarta. Begitu roadmap itu selesai, maka akan pribadi diterapkan. “Jadi yang dikatakan Pak Bestari mungkin maksudnya menyerang Gubernur sekarang, tetapi malah justru menyerang gubernur-gubernur yang sebelumnya. Kaprikornus hati-hati tuh Pak Bestari,” tukas Anies Baswedan.

BACA JUGA:  Tiket Indonesia Terbuka 2019 Diserbu Masyarakat

Ia tidak ingin penanganan sampah di Jakarta dilakukan dengan sistem yang lama. Yakni hanya sebatas memungut sampah kemudian dibuang, bukan mengelola sampah. “Kita mau mengelola. Mengelola itu artinya dari mulai sumbernya sudah mulai ditata,” papar Anies Baswedan.

Terkait pernyataan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang ingin membantu pengelolaan sampah Kota Jakarta, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyampaikan Jakarta bisa mengurus duduk perkara itu.

“Kita apresiasi pada perhatian itu. Kemudian, biarlah Jakarta diurus oleh DPRD DKI dan Pemprov DKI,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here