Gojek Kurangi Plastik Sekali Pakai, Aplikasi Mountrash Beri Keuntungan

0
40
INDONESIA ENVIRONMENT
INDONESIA ENVIRONMENT

Gojek Kurangi Plastik Sekali Pakai, Aplikasi Mountrash Beri Keuntungan
Upaya mengurangi sampah plastik perlu terus dilakukan dengan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, pengolahan sampah plastik juga harus dioptimalkan sebab masih mampu didaur ulang dan memiliki nilai ekonomis.

Langkah ini mulai dirintis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Gojek yang menandatangani kolaborasi edukasi sikap bisnis, pelayanan, dan konsumsi yang ramah lingkungan di Jakarta, Jumat (9/8).

Gojek meluncurkan inisiatif GoGreener pada fitur GoFood. Ini menjadi layanan yang memperlihatkan pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan melalui aplikasi serta tas pengantaran yang dirancang khusus untuk kawan driver.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar menyampaikan melalui kolaborasi tersebut, KLHK dan Gojek berkomitmen menghimbau masyarakat untuk mengambil tugas aktif dalam menjaga keberlangsungan lingkungan.
“Ini kesepakatan bersama menghimbau masyarakat untuk mengambil tugas aktif dalam menjaga keberlangsungan lingkungan yang dimulai dari gaya hidup sehari-hari,” ujarnya.

Saat ini, GoFood telah menghadirkan fitur di aplikasi yang memungkinkan pelanggan menentukan alat makan plastik secara opsional dan mengajak hampir 1.000 outlet masakan untuk berpartisipasi.

Selain mengurangi pemanfaatannya, terobosan untuk mengumpulkan sampah plastik semoga mampu diolah kembali juga harus terus dilakukan dengan pendekatan digitalisasi.

Salah satu aplikasi tersebut ialah Mountrash yang mampu diunduh dari Playstore. Dengan aplikasi Mountrash, masyarakat berpartisipasi dalam mengurangi sampah plastik yang dikala ini menjadi tantangan bangsa Indonesia. Mountrash yang dibesut PT Mounthrash Avatar Indonesia (MAI) mengumpulkan semua jenis plastik kemasan, botol plastik, ecobrick, kertas, dan wadah minuman kaleng.

“Selain membantu pengurangan sampah plastik secara nasional, aplikasi ini juga membantu masyarakat menerima laba dari mengumpulkan sampah kepada pengepul. Silahkan download dan ikuti cara mengumpulkan sampahnya,” kata Gideon W Ketaren yang juga Chief Strategy Officer PT MAI di Jakarta, Jumat (9/8).

BACA JUGA:  Kawasan Kemayoran Makara Tuan Rumah HUT ke-31 BB1%MC

Menurut Gideon, aplikasi Mountrash akan memudahkan upaya pengumpulan botol kemasan oleh semua masyarakat dimanapun keberadaanya. Selain menjadi pemasok, Mountrash juga mengajak pihak-pihak untuk menjadi pengepul sampah dalam jumlah besar.
“Sampah plastik kemasan yang terkumpul itu akan diolah dan didaur ulang sehingga mampu dimanfaatkan lagi. Jadi, semua pihak menerima laba sebagaimana moto kami Bersih Pasti Untung,” ujar jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Sejak awal, para pengagas aplikasi Mountrash terpanggil untuk ikut memecahkan duduk perkara sampah plastik di Indonesia. Bahkan, tegas Gideon, Mountrash menjadi salah satu pendekatan revolusi mental dalam penanganan sampah. Di sisi lain, jajaran Mountrash mendorong aneka macam upaya dalam mengurangi pemanfaatan plastik. Hal itu juga menjadi cara untuk mengurangi sampah plastik yang sudah menempatkan Indonesia pada posisi kedua di dunia.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui KLHK tengah gencar mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik yang berasal dari plastik sekali pakai. Data KLHK memperlihatkan jumlah timbunan sampah secara nasional mencapai 175.000 ton per hari jikalau memakai perkiraan sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg. Dari jumlah tersebut, 15 persen di antaranya ialah sampah plastik yang berasal dari kemasan kuliner dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, wadah kuliner dan minuman serta pembungkus barang lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here