Gundala Tandai Hidupnya Superhero Indonesia

0
20
Gundala Tandai Hidupnya Superhero Indonesia
Gundala Tandai Hidupnya Superhero Indonesia

Gundala Tandai Hidupnya Superhero Indonesia

Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1 resmi dliluncurkan screenplay Bumilangit, hari ini Minggu (18/8/2019). Beberapa tahun ke depan telah dipersiapkan tujuh film yang akan berada dalam jalinan film yang berada di dalam satu cerita. Jagat Sinema Bumilangit dibuka dengan Patriot Pertama yaitu Gundala yang filmnya akan tayang 29 Agustus 2019.

Film Gundala yaitu film pertama dari Jagat Sinema, ditulis skenarionya dan disutradarai oleh Joko Anwar. Gundala diperankan oleh Abimana Aryasatya. Kembalinya abjad ciptaan Hasmi ke layar lebar ini dibutuhkan mampu menunjukkan ke generasi gres bahwa Indonesia mempunyai abjad jagoan yang layak dibanggakan. Bumilangit Studios, Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource entertainment mempersembahkan film ‘Gundala’ yang akan tayang 29 Agustus 2019.

Salah satu Executive Producer Jagat Sinema Bumilangit, Erick Thohir menyampaikan selain tayang di Indonesia, Film Gundala berhasil menembus Toronto International Film Festival bersama beberapa film dunia yang paling dinantikan kehadirannya tahun ini, antara lain JOKER karya Todd Phillips, RADIOACTIVE Marjane Satrapi, dan KNIVES OUT yang dibintangi Chris Evans dan Daniel Craig.

Gundala akan bersaing dengan film-film lainnya untuk memperebutkan People’s Choice Awards. Film Gundala akan diputar di acara Midnight Madness dan menjadi satu-satunya film Asia Tenggara di acara tersebut.

“Bila film-film superhero Hollywood berhasil merajai perfilman nasional, maka aku berharap sudah waktunya film-film superhero Indonesia mampu diterima dengan baik di negeri sendiri, bahkan kalau memungkinkan di negara lain. Film-film Jagat Sinema sudah melalui riset bertahun-tahun, diubahsuaikan dengan dongeng yang sudah usang ada di bumi Indonesia, dipadukan dengan teknologi terkini. Semoga karya Jagat Sinema Bumilangit mampu diterima, diapresiasi dan didukung masyarakat Indonesia,” ucap Erick dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Peluncuran Jagat Sinema ini dibutuhkan menunjukkan gairah dan semangat gres bagi industri kreatif di Indonesia. Karya anak bangsa harus jadi tuan rumah di negara sendiri dan bahkan dipasarkan secara internasional.

Erick yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu bukanlah orang gres di dunia perfilman Indonesia. Ia juga pernah mengeluarkan beberapa film bekerja sama dengan manusia perfilman mirip Soekarno, Tanda Tanya, Perahu Kertas dan beberapa film lain.

BACA JUGA:  Citilink Buka Rute ke Bandung dan Lampung

Aktor dan aktris Indonesia papan atas dipastikan akan terlibat di Jagat Sinema Bumilangit. Mereka yaitu Abimana Aryasatya yang berperan sebagai Gundala, Chicco Jerikho sebagai Godam, Pevita Pearce sebagai Sri Asih, Chelsea Islan sebagai Tira, Tara Basro sebagai Merpati, Asmara Abigail sebagai Desti Nikita, Hannah Al Rashid sebagai Camar, Kelly Tandiono sebagai Bidadari Mata Elang, Joe Taslim sebagai Mandala, Vanessa Prescilia sebagai Cempaka, Della Dartyan sebagai Nila Umaya, Ario Bayu sebagai Ghani Zulham, Bront Palarae sebagai Pengkor, Lukman Sardi sebagai Ridwan Bahri, Daniel Adnan sebagai Tanto Ginanjar, Tatjana Saphira sebagai Mustika Sang Kolektor, Zara JKT48 sebagai Virgo, Dian Sastrowardoyo sebagai Dewi Api, dan Nicholas Saputra sebagai Aquanus.

Bumilangit yang bangun semenjak tahun 2003 yaitu sebuah perusahaan hiburan berbasis abjad terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka abjad terbanyak, sekitar 1000 lebih abjad ciptaan banyak komikus legendaris Indonesia. Nama-nama legenda mirip bapak komik Indonesia RA Kosasih, Ganes TH., Hasmi, Jan Mintaraga, Mansyur Daman, Wid NS, Nono GM, Banuarli Ambardi, Mater hingga Iwan Nazif dan Is Yuniarto merupakan original artist yang karyanya dilisensi di Bumilangit.

Jagat Bumilangit dimulai semenjak Letusan Toba 75.000 SM. Jagat Bumilangit terbagi atas empat kurun yaitu Era Legenda, Era Jawara, Era Patriot, dan Era Revolusi. Era Jawara yaitu eranya para pendekar, mereka ada di masa kerajaan nusantara. Jagat Jawara mempunyai 500 abjad dengan 50 judul komiknya yang telah diterbitkan. Di antaranya ada Si Buta Dari Gua Hantu dan Mandala.

Sedangkan Era Patriot yaitu eranya para jagoan. Mereka ada di masa ketika ini. Untuk Jagat Patriot terdiri dari 700 abjad dan 110 judul komiknya, yang telah diterbitkan dan dijual. Sepanjang sejarahnya komik-komik ini telah terjual lebih dari dua juta eksemplar dan dibaca oleh lebih dari sepuluh juta orang. Karakter-karakter terkemuka yang termasuk di dalamnya yaitu Gundala, Sri Asih, jagoan pertama Indonesia yang diciptakan tahun 1954, kemudian Godam, Tira, Sembrani dan masih banyak lagi lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here