Rusia Akan Buat Rudal Jarak Menengah

0
7
Rusia Akan Buat Rudal Jarak Menengah
Rusia Akan Buat Rudal Jarak Menengah

Rusia Akan Buat Rudal Jarak Menengah
Rusia akan menciptakan rudal jarak menengah yang sebelumnya dihentikan dalam Perjanjian Nuklir Jangkauan Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty/INF) yang disepakati bersama Amerika Serikat (AS) pada 1987.

Pernyataan itu, disampaikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk pertama kalinya sehabis Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan mundur dari INF, pada Agustus 2019. Menurut Putin, Rusia tidak lagi mempunyai kewajiban untuk mematuhi perjanjian yang telah ditinggalkan AS.

Meski demikian, Putin berjanji pihaknya tidak akan melaksanakan uji coba rudal jarak menengah mirip yang telah dilakukan AS, dan tidak akan menyebarkannya ke wilayah di mana tidak ada sistem rudal AS terpasang.

“Tentu saja, kami akan memproduksi rudal mirip itu, tetapi kami tidak akan menyebarkannya di wilayah di mana tidak ada sistem rudal berbasis darat dari kelas ini yang diproduksi oleh AS,” kata Putin, dalam sesi pleno di Forum Ekonomi Timur, di Vladivostok, Rusia, Kamis (5/9).

Putin juga mengungkapkan ketidaksukaannya dengan planning potensial AS untuk mengerahkan sistem rudal jarak menengah darat di Korea Selatan dan Jepang, dua negara sekutu AS yang berdekatan dengan Rusia.

Putin menjelaskan, AS mampu saja berdalih bahwa sistem rudal yang ditempatkan di Jepang atau Korea Selatan untuk mencegah bahaya dari Korea Utara. Namun hal itu juga mampu menyebabkan problem yang signifikan dan serius alasannya adalah sistem rudal ini akan mampu menjangkau sebagian besar wilayah Rusia.

“Ini benar-benar menciptakan kami sangat sedih, dan itu juga menjadi alasan kekhawatiran kami,” ujar Putin.

BACA JUGA:  Penjualan Ponsel Secara Offline Masih Tak Tergantikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here