Ratu Inggris Setuju Blokir “No-Deal Brexit”

0
5
Ratu Inggris Setuju Blokir “No-Deal Brexit”
Ratu Inggris Setuju Blokir “No-Deal Brexit”

Ratu Inggris Setuju Blokir “No-Deal Brexit”
Parlemen Inggris, Selasa (10/9), kembali menolak undangan kedua Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson untuk pemilu dini demi mengatasi kebuntuan Brexit. Mosi untuk pemilu dini PM hanya didukung 293 anggota dewan legislatif atau masih jauh dari jumlah pertolongan yang diperlukan.

Sebelumnya, Senin (9/9), Ratu Inggris Elizabeth menunjukkan persetujuan selesai atas rancangan undang-undang (RUU) untuk memblokir Johnson keluar tanpa akad (no-deal Brexit) pada 31 Oktober 2019.

Langkah yang disebut sebagai “Royal Assent” (Persetujuan Kerajaan), secara efektif yaitu stempel dari monarki untuk aturan yang telah disahkan dewan legislatif pekan lalu, meskipun menerima penolakan dari pemerintah. Pemberian “Royal Assent” diumumkan di majelis tinggi dewan legislatif atau Dewan Bangsawan.

Persetujuan ratu ditambah penolakan dewan legislatif semakin manyingkirkan harapan Johnson untuk keluar dari Inggris pada 31 Oktober 2019. Belum diketahui planning Johnson selanjutnya yang menyatakan, “lebih baik mati daripada menunda Brexit”.

Sebelum Johnson menjabat PM pada Juli 2019, dewan legislatif telah tiga kali menolak planning Brexit dari mantan PM Theresa May. Anggota Dewan Rakyat tidak bisa mencapai akad terkait praktik perdagangan Inggris dengan Uni Eropa (UE) sehabis meninggalkan blok tersebut, serta penanganan lintas-batas antara wilayah Inggris, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia sebagai bab dari UE.

Johnson menyerukan pemilu dini pada 15 Oktober 2019 untuk memenangkan dominan dewan legislatif biar menyetujui planning Brexitnya. Dia mengecam oposisi alasannya yaitu menentang undangan pemilu dini bulan depan.

Johnson menegaskan akan berusaha menerima akad dalam pertemuan di Brussels bulan Oktober 2019. “Sementara oposisi lari dari peran mereka untuk menjawab kepada orang yang mereka tempatkan di sini, mereka tidak bisa bersembunyi selamanya,” katanya.

BACA JUGA:  Ratusan Rumah di Subang Terendam Banjir

“Waktunya akan tiba saat orang-orang kesudahannya menerima kesempatan untuk menjalani pilihan mereka,” tambah Johnson.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here