Malaysia Tangkap 12 WNI Terkait Dugaan Terorisme

0
23
Malaysia Tangkap 12 WNI Terkait Dugaan Terorisme
Malaysia Tangkap 12 WNI Terkait Dugaan Terorisme

Malaysia Tangkap 12 WNI Terkait Dugaan Terorisme
Malaysia menangkap 16 orang terkait kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang akan melaksanakan serangan di enam negara bagian. Kepala kontra-terorisme Malaysia Ayob Khan Mydin Pitchay, Kamis (26/9/2019), menyatakan para tersangka terdiri dari tiga warga Malaysia, 12 warga negara Indonesia (WNI), dan seorang warga India.

Mereka ditangkap antara 10 Juli-25 September 2019 di negara bab Sabah, Selangor, Sarawak, Penang, Pahang, dan Kuala Lumpur. Salah satu tersangka warga Malaysia berencana melaksanakan serangan kepada polisi dan kelompok non-Muslim di negara itu alasannya sepertinya dipicu komentar negatif terhadap Islam, menekan agama, dan menghina orang Melayu.

Sedangkan, dua warga Malaysia lainnya ditangkap di Sabah alasannya berbagi propaganda ISIS dan mengatur pergerakan para pengebom bunuh diri.

“Keduanya membantu mengatur jalan bagi pasangan dan ketiga anak mereka yang melaksanakan serangan bunuh diri di gereja di Jolo, Filipina Selatan, Desember lalu,” sebut Ayob.

Keduanya juga mengatur pendanaan kepada kelompok teroris Maute di Filipina Selatan. Tersangka Malaysia sebagian besar terlibat di media umum untuk merekrut warga Indonesia dan Malaysia dalam berbagi ideologi Daesh (ISIS) dan merencanakan serangan selanjutnya di kedua negara.

Ayob menambahkan salah satu WNI berusia 25 tahun, ditangkap dari Keningau, Sabah, pada 10 Juli 2019. WNI itu memfasilitasi dan membantu simpatisan terorisme lainnya dari Indonesia untuk menuju ke Filipina Selatan (melalui Sabah) dan melaksanakan serangan di sana.

“Kami yakin tersangka (WNI) membantu militan ISIS asal Indonesia untuk menyelundupkan diri mereka ke Filipina Selatan lewat Sabah. Ini tindak lanjut dari operasi kami di Sabah pada Mei lalu,” kata Ayob.

BACA JUGA:  LG Chem Gandeng Geely Bangun Pabrik Baterai EV di Tiongkok

Ayob menyampaikan sebagian besar WNI dipekerjakan di industri tenaga kerja. Para WNI itu telah berada di Malaysia selama dua atau tiga tahun sebelum balasannya ditangkap.

Tersangka lainnya yaitu wanita India berusia 38 tahun, yang telah ditahan pada 2 Agustus 2019 alasannya mengumpulkan dana untuk kelompok teroris. Tersangka asal India itu telah dideportasi ke negaranya, sedangkan tersangka lainnya ditahan di negara bab lainnya.

Secara terpisah, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Yudha Nugraha menyampaikan Polis Diraja Malaysia (PDRM) telah mengeluarkan rilis wacana penangkapan 12 WNI dari 16 tersangka yang ditangkap pegawanegeri Malaysia dalam operasi terkait terorisme pada 10 Juli-25 September 2019.

Namun, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur belum mendapatkan secara lengkap notifikasi konsuler dari Pemerintah Malaysia mengenai penangkapan tersebut.

“KBRI Kuala Lumpur telah meminta saluran kekonsuleran untuk menemui seluruh WNI yang ditahan dan menawarkan pendampingan untuk menjamin hak-hak para WNI tersebut menurut aturan setempat,” kata Yudha, Kamis malam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here