Gelar Unjuk Rasa Damai, Buruh Tuai Pujian

0
23
Gelar Unjuk Rasa Damai, Buruh Tuai Pujian
Gelar Unjuk Rasa Damai, Buruh Tuai Pujian

Gelar Unjuk Rasa Damai, Buruh Tuai Pujian
Demonstrasi buruh menolak revisi UU Ketenagakerjaan dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, yang berjalan tenang di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/10/2019), menuai pujian. Unjuk rasa yang diakhiri dengan joget bareng massa dan Wakil Kapolda Metro Jaya itu dinilai mampu menjadi pembanding dengan demo anarkistis yang marak belakangan ini.

“Demonstrasi kalau sudah ada komunikasi yang baik antara demonstran dan pemangku kebijakan, niscaya jauh dari anarkistis. Kedua belah pihak sama-sama ingin titik temu dari kepentingan masing-masing, bukannya lisan kekerasan yang hasilnya merugikan semua pihak,” kata pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Ari membandingkan demonstrasi super tenang buruh dengan sejumlah agresi mahasiswa dan pelajar yang menolak sejumlah RUU kontroversial dan berkahir anarkistis belakangan ini. Menurutnya, demonstrasi mahasiswa dan pelajar seharusnya tidak anarkistis, bahkan mampu lebih tenang dari agresi para buruh.

“Tuntutan buruh yang menolak kenaikan iuaran BPJS Kesehatan serta menolak revisi UU Ketenagakerjaan dan PP 78/2015 ini urusannya eksklusif ke perut, ke penghasilan mereka. Tetapi, kalau komunikasi dilakukan dengan kepala dingin, urusan perut itu tidak akan melahirkan amuk massa,” ujar Ari.

Ari melanjutkan, demonstrasi mahasiswa dan pelajar juga seharusnya tidak anarkistis dan bahkan mampu lebih baik dari buruh, alasannya ialah tuntutan sudah dipenuhi. Sementara, tuntutan buruh, meski sudah dikomunikasikan dengan pemerintah, belum ada titik temu yang final.

“Inilah anehnya. Tuntutan penolakan empat dari lima RUU kontrovesial dari mahasiswa sudah dipenuhi Presiden dan dewan perwakilan rakyat dengan penundaan pengesahan. Presiden juga sudah menyatakan mempertimbangkan penerbitan Perppu KPK, tetapi kenapa masih saja anarkistis,” ujar Ari.

BACA JUGA:  Polisi Tahan 10 Tersangka Pembajakan Truk Tangki Pertamina

Melihat ketaknormalan tersebut, kata Ari, maka tidak heran banyak muncul dugaan di masyarakat bahwa aksi-aksi anarkistis mahasiswa dan pelajar tersebut ada yang menunggangi. “Wajar bila orang kebanyakan akan berpikir mirip itu (ditunggangi). Apalagi, kerusakan dan gangguan keamanan yang ditimbulkan sudah menciptakan jengkel banyak orang,” kata Ari.

Doktor ilmu komunikasi itu mengatakan, komunikasi publik yang dijalankan pemerintah bantu-membantu sudah cukup baik. Presiden Jokowi juga selalu sigap merespon setiap informasi yang ada masyarakat dengan baik.

“Demikian pula para pembantunya. Seskab, misalnya, juga sudah menjadi komunikator publik yang baik. Tetapi, namanya ada faktor X di balik aneka macam demonstrasi anarkistis itu, ya, yang harus mengendalikan selebihnya ialah kepolisian, alasannya ialah sudah menyangkut keamanan,” kata Ari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here