Awal 2020 Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah

0
19
Awal 2020 Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah
Awal 2020 Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah

Awal 2020 Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah
Kementerian Perdagangan (Kemdag) mengajak produsen minyak goreng untuk menjual produknya dalam bentuk kemasan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Pada Januari 2020 nanti tidak ada lagi minyak goreng curah hingga ke desa, hingga ke pelosok hingga ke pasar-pasar,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam agenda “Launching Wajib Kemas Minyak Goreng Dalam Rangka Mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri” di Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Enggar menyampaikan Kemdag berupaya meningkatkan mutu dan keamanan pangan. Salah satunya melalui agenda pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.

Total produksi minyak goreng nasional per tahun sekitar 14 juta ton. Dari jumlah tersebut, alokasi kebutuhan dalam negeri 5,1 juta ton dan sisanya pasar luar negeri. “Dari kebutuhan dalam negeri hampir 50 persen dikonsumsi dalam bentuk minyak goreng curah yang belum terjamin kebersihannya, baik dari sisi produksi maupun sisi distribusi,” jelas Enggartiasto Lukita.

Enggar melanjutkan kebijakan wajib kemas minyak goreng merupakan bab agenda strategis pemerintah yakni peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Kebijakan ini untuk mendorong masyarakat biar mengonsumsi minyak goreng kemasan alasannya adalah lebih terjamin mutu dan keamanannya.

Program ini telah dilakukan semenjak 2014 melalui penerbitan kebijakan minyak goreng kemasan yang mulai diberlakukan pada 1 April 2017. Namun, implementasi kebijakan ditunda alasannya adalah belum siapnya produsen minyak goreng memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah. “Sejalan penerapan SNI Wajib Minyak Goreng, kebijakan wajib kemas minyak goreng akan diberlakukan pada 1 Januari 2020 tanpa ada masa transisi,” ujar Enggartiasto Lukita.

Mendag mengungkapkan Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) terbesar di dunia. Namun, hal tersebut perlu dibarengi dengan penyediaan minyak goreng yang bermutu sebagai produk turunan CPO untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

BACA JUGA:  Lazio Bekap Inter di Milan

“Pemenuhan kebutuhan ini dibutuhkan mampu menangkal kampanye negatif produk CPO Indonesia dan pada dikala yang bersamaan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat akan produksi negeri sendiri,” lanjut Enggartiasto Lukita.

Mendag berharap produsen minyak goreng nasional mampu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penerapan kebijakan wajib kemas minyak goreng. “Diharapkan konsumen Indonesia memakai minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih bersih dan sehat. Selain itu, dengan memakai minyak goreng kemasan mampu meningkatkan derajat dan martabat bangsa,” pungkas Enggartiasto Lukita.

Acara ini dirangkai dengan kegiatan jalan sehat bersama dan pekan raya penjualan minyak goreng oleh sembilan produsen minyak goreng dengan harga Rp8.000 per liter. Selain itu, juga diadakan pekan raya produk UKM binaan Kementerian Perdagangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here