Esri Indonesia Gagas Program ESSC

0
18
Esri Indonesia Gagas Program ESSC
Esri Indonesia Gagas Program ESSC

Esri Indonesia Gagas Program ESSC
Esri Indonesia, sebagai penyedia solusi geospasial terkemuka, mempunyai acara respons peristiwa khusus yang disebut Emergency Spatial Support Centre (ESSC) dengan menciptakan instrumen dasbor pemetaan canggih. Dasbor ini dirancang guna mendukung otoritas pemerintah dalam mengelola dan merespons dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Program ini bertujuan untuk menyediakan dukungan dan upaya-upaya dukungan dengan memakai teknologi dan kecanggihan geospasial saat kapasitas pada penanganan pertama telah melampaui batas.

ESSC memberi dukungan kepada pemangku kepentingan dalam melaksanakan respons cepat terhadap peristiwa nasional, termasuk gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala, juga kejadian erupsi Gunung Agung pada tahun 2017.

Selama masa penanganan peristiwa tersebut, hebat geospasial dari Esri Indonesia memperlihatkan keahlian dan keterampilan geospasial yang mereka miliki untuk menyebarkan aplikasi pintar. Aplikasi tersebut sanggup menyediakan informasi situasional yang kolaboratif bagi forum dukungan peristiwa dan memfasilitasi respons tanggap darurat yang efektif dan terkoordinasi.

“Misi kami ialah untuk mendukung masyarakat dan pemerintah yang terkena dampak dari situasi peristiwa yang sangat kompleks dengan menyediakan informasi berbasis kecerdasan lokasi,” ujar Dr A Istamar, CEO Esri Indonesia dan pendiri ESSC.

Dalam ahad ini tim ESSC dari Esri Indonesia telah menyebarkan dasbor pemetaan yang mengintegrasikan dan memvisualisasikan data potensi titik panas (hotspot), rentang tingkat kepercayaan, akomodasi kesehatan dan pendidikan, serta kualitas udara.

Hal tersebut memungkinkan pengguna untuk mempunyai kesadaran situasional yang lebih tinggi pada titik panas utama kebakaran hutan dan mengetahui dampaknya terhadap tingkat kualitas udara di masyarakat.

“Dengan kemampuan mengidentifikasi risiko kebakaran sanggup mendorong forum penanganan peristiwa untuk memprioritaskan risiko tersebut dan segera melaksanakan pengambilan keputusan. Selain itu, juga membantu upaya mitigasi, perencanaan, dan kemampuan untuk pengambilan keputusan berbasis data dalam penggunaan sumber daya (tenaga hebat dan logistik),” kata Dr A Istamar.

BACA JUGA:  Jelang Derbi, Arema Tak Mau Campuri Urusan Persebaya

Menurut Dr A Istamar, teknologi geospasial mempunyai kemampuan untuk menyajikan data dalam perspektif visual sehingga memperlihatkan kemudahan dalam mengkomunikasikan risiko kepada masyarakat. Hal ini juga memungkinkan pemerintah untuk menganalisa sejumlah kumpulan data dalam memilih bagaimana risiko tersebut berdampak pada warga, infrastruktur, dan lingkungan.

“Kami memperlihatkan manfaat teknologi geospasial kepada para pengguna perangkat lunak kami, mirip BNPB dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyediakan informasi berbasis lokasi – dan mengkomunikasikan kepada masyarakat melalui pihak berwenang dengan memakai peta digital yang berpengaruh dan rinci, yang dirancang khusus guna memenuhi kebutuhan masyarakat luas,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here