Soal Kabinet, Jokowi: Jumlah Menteri Masih Sama

0
12
Soal Kabinet, Jokowi: Jumlah Menteri Masih Sama
Soal Kabinet, Jokowi: Jumlah Menteri Masih Sama

Soal Kabinet, Jokowi: Jumlah Menteri Masih Sama
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini sedang mempersiapkan diri untuk pengangkatan sumpah dan kesepakatan sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 di hadapan sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), pada Minggu (20/10/2019). Selain Jokowi, pengucapan sumpah dan kesepakatan juga akan dilakukan wakil presiden terpilih KH Ma’ruf Amin.

Rencananya, usai dilantik sebagai Presiden dan Wapres Republik Indonesia, duet Jokowi – KH Ma’ruf akan mengumumkan susunan menteri Kabinet Kerja Jilid II, periode 2019-2024. Terdapat sejumlah menteri Kabinet Kerja Jilid I yang kemungkinan besar masih dipertahankan, diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

“Pengumumannya mungkin mampu pada hari Minggu (20/10/2019), tetapi mampu juga Senin (21/10/2019). Bisa Senin, tapi juga mampu Selasa (22/10/2019). Jumlah menteri masih sama,” kata Presiden Jokowi usai program silaturahmi bersama seluruh jajaran menteri Kabinet Kerja I di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Silaturahmi diawali sesi foto bersama Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Kalla, beserta jajaran menteri Kabinet Kerja, Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Jaksa Agung HM Prasetyo di tangga Istana Merdeka.

Selanjutnya, Presiden Jokowi beserta Wapres Jusuf Kalla bersama seluruh menteri dan pimpinan forum melaksanakan pembicaraan internal di Istana Merdeka.

Dari Istana Merdeka, rombongan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla bersama seluruh menteri dan pimpinan forum bertolak menuju Istana Negara untuk menikmati santap siang yang diiringi Elek Yo Band, yang terdiri atas menteri Kabinet Kerja.

Menu yang disajikan pada program santap siang terakhir Kabinet Kerja terdiri atas coto Makassar, konro bakar, ikan pallumara, sate Padang, ayam pop, ayam goreng, rendang, gulai kepala ikan kakap, telur dadar, daun ubi tumbuk, tempe goreng, serta sambal hijau dan merah.

Sedangkan minuman terdiri atas es pallu butung, es krim, jus kacang hijau, kopi, teh, dan air mineral. Tidak ketinggalan aneka camilan yang terdiri atas bubur kampiun, mango pie, putri mandi, kroket, dan ketan serundeng.

BACA JUGA:  Ezra Walian Belum Bisa Didaftarkan di Kualifikasi Piala Asia U-23

Presiden Jokowi memastikan bahwa ada di antara jajaran menteri Kabinet Kerja I yang masih dipertahankan untuk melanjutkan tugas-tugasnya di pemerintahan. Di sisi lain, ada juga menteri yang harus berpamitan sebab menerima peran gres di parlemen, di antaranya Menko PMK Puan Maharani yang kini menjabat Ketua dewan perwakilan rakyat RI dan Menkumham Yasonna Laoly yang kini menjadi anggota dewan perwakilan rakyat RI.

Presiden Jokowi mengatakan, sehabis diumumkan, publik akan mengetahui, menteri Kabinet Kerja Jilid I mana saja yang bertahan, dan mana saja yang tidak terpilih kembali. “Nanti sehabis diumumkan, nanti semuanya tahu. Mana yang masuk kabinet, dan mana yang tidak,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan, pada periode kepemimpinan lima tahun mendatang, 2019-2024 fokus pemerintahannya yaitu peningkatan kualitas sumber daya insan (SDM). Indonesia sebagai negara berpenduduk 269 juta jiwa harus mempunyai SDM tangguh supaya mampu bersaing di pentas global.

“Kita bekerja dengan sasaran dan dibatasi waktu. Kalau ditargetkan selesai, itu yang kita inginkan. Jika apa yang kita targetkan tidak selesai, tentu perlu koreksi, evaluasi. Hambatannya ada di mana. Memang,

Setiap masa tantangannya berbeda-beda, perlu kepemimpinan di kementerian yang beda. Pada lima tahun ke depan pemerintah mau fokus di SDM, semua kementerian arahnya akan ke sana,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla mengaku besar hati mampu membantu Presiden Jokowi mengelola pemerintahan di negeri ini, semenjak Oktober 2014 sampai Oktober 2019. “Selalu baik. Semuanya baik. Kalau tidak baik, bagaimana kita meninggalkan pemerintahan. Saya akan melaksanakan urusan, sosial, pendidikan, dan agama. Saya akan menikmati waktu bersama cucu,” kata Wapres.

Wapres juga mengapresiasi acuan kepemimpinan Presiden Jokowi yang mengetahui secara mendetail sistem pemerintahan dan kondisi masyarakat di lapangan. Presiden Jokowi, katanya, sangat akrab dengan rakyat sehingga mampu mendengar secara eksklusif kondisi yang dihadapi masyarakat. “Beliau mengetahui secara detail sebab sering berkunjung ke daerah. Jadi, tidak mampu dibohongi,” kata Wapres.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here