Aktivitas Fisik Jadikan Anak Lebih Bahagia

0
7
Sejumlah Anak Pengungsi Banjir Bandang Sentani Bermain Di Halaman Kantor Bupati Jayapura Yang Dijadikan Tempat Pengungsian Di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (21/3/2019).
Sejumlah Anak Pengungsi Banjir Bandang Sentani Bermain Di Halaman Kantor Bupati Jayapura Yang Dijadikan Tempat Pengungsian Di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (21/3/2019).

Aktivitas Fisik Jadikan Anak Lebih Bahagia
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat berdampak pada menurunnya kegiatan fisik anak-anak. Padahal World Health Organization (WHO) merekomendasikan semoga anak berusia 5 tahun sampai 17 tahun beraktivitas fisik minimal 60 menit dalam sehari dan tiga kali dalam seminggu.

Dokter sekaligus pakar parenting, dr Andyda Meliala, mengatakan, kegiatan fisik akan menciptakan anak merasa lebih bahagia. Sebab kegiatan fisik mampu memicu pertumbuhan otak dan pengeluaran endorphin atau disebut juga hormon kebahagiaan.

Aktifitas fisik merupakan satu dari empat pilar kesehatan yang berdasarkan Andyda penting diperhatikan untuk menjaga daya tahan tubuh, ialah tidur, inteligensi atau sehat pikiran, makan atau asupan yang baik, dan olahraga atau kegiatan fisik.

Untuk kegiatan fisik pada bawah umur usia 5 tahun sampai 17 tahun, berdasarkan Andyda, sebaiknya difokuskan pada tiga hal ialah aerobik, penguatan otot, dan penguatan tulang. Kegiatan aerobik mampu dengan berlari, melompat-lompat, dan menari. Aktivitas aerobik ini mampu meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Sementara kegiatan untuk kekuatan otot ada pada permainan dengan memakai alat bermain, tarik-menarik, dan memanjat pohon.

“Sedangkan olahraga untuk kekuatan tulang biasanya berasal dari kegiatan tumbukan mirip berlari, lompat tali, olahraga basket, dan tenis,” kata Andyda pada diskusi kesehatan bertemakan ‘Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Stimulus Daya Tahan Tubuh Si Kecil Bersama Stimuno”, Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Menurut Andyda, kegiatan fisik menciptakan antibodi atau sel darah merah akan bersirkulasi lebih cepat, sehingga mampu mendeteksi penyakit lebih awal. Tidak hanya itu, kenaikan singkat suhu badan selama dan sesaat sehabis kegiatan ini juga mampu mencegah pertumbuhan bakteri. Kenaikan suhu ini mampu membantu badan melawan bisul dengan lebih baik.

BACA JUGA:  Ini Tank Harimau yang Disebut Jokowi Dalam Debat

Untuk mendorong anak menjalani kegiatan fisik, Andyda menyarankan untuk menjadikannya sebagai gaya hidup. Orang bau tanah mampu mengajak anak diskusi untuk mengetahui kegiatan apa yang mampu dilakukan sehari-hari. Intinya harus ada pinjaman yang besar lengan berkuasa terhadap ekosistem untuk kegiatan fisik anak, baik di rumah, di sekolah, dan di mana pun.

Untuk mendukung aktifitas fisik anak, Stimuno Timo Land menghadirkan Timo Land School to School. Program ini mengajak bawah umur sekolah dasar yang ada di hampir seluruh kota di Indonesia dan juga event Stimuno Timo Land yang ada di sentra perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya, melaksanakan kompetisi kegiatan fisik.

Kompetisi ini dibagi dua kategori, ialah seni dan olahraga. Kategori seni terdiri dari tari tradisional, tari modern, dan vocal group. Kategori olahraga mencakup free style ball, seni bela diri, dan hula hoop. Final kompetisi akan digelar di bulan Oktober di Jakarta dengan melibatkan sekitar 120 sekolah dasar di area Jabodetabek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here