Kasus Vape Gorila, Polisi Tangkap 3 Tersangka

0
5
Kasus Vape Gorila, Polisi Tangkap 3 Tersangka
Kasus Vape Gorila, Polisi Tangkap 3 Tersangka

Kasus Vape Gorila, Polisi Tangkap 3 Tersangka
Aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, membekuk tiga tersangka terkait pengembangan masalah cairan rokok elektronik atau liquid vape mengandung narkotika gorila dengan tersangka AJ, di Jagakarsa, Ciputat dan Cilandak.

Diketahui, tersangka AJ ditangkap bersama artis Vicky Nitinegoro yang lalu dipulangkan alasannya yaitu tidak terbukti mempunyai dan memakai narkotika.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pascamenangkap AJ, penyidik lalu melaksanakan pengembangan mencari penjual vape miliknya. Berdasarkan keterangan, AJ memesan dari seseorang berinisial M.

“Setelah bentuk tim Subdit V bergerak, balasannya menerima seorang pria berjulukan M, di Jagakarsa, Jakarta Selatan,” ujar Argo, Senin (28/10/2019).

Dikatakan Argo, polisi menyita ponsel dari tersangka M yang isinya ada percakapan terkait transaksi jual-beli vape mengandung narkotika gorila.

“Kita kembangkan kembali, lalu kita menangkap tersangka FF. Pada dikala kita tangkap yang bersangkutan mau kirim barang. Ini sudah disiapkan dalam kemasan yang akan dikirim di salah satu daerah jasa pengiriman, di Ciputat,” ungkap Argo.

Argo menyampaikan, pada dikala menangkap FF penyidik menyita enam paket berisi 13 botol liquid vape. Kemudian, dilakukan penggeledahan di sebuah apartemen di Cinere, kembali ditemukan 253 botol liquid vape mengandung tembakau gorila, 24 botol cairan merek inisial BT sebagai materi campuran, 420 botol kosong, satu botol berisi cairan kimia, gelas ukur, dan satu kompor untuk memasak cairan.

“Kemudian sehabis kita kembangkan lagi, kita tangkap tersangka PN. Dia yaitu dalangnya, artinya sebagai otaknya yang menciptakan materi itu sekaligus sebagai pengedarnya, penjualnya, ia yang atur dijual ke mana itu dia,” kata Argo.

Menurut Argo, penyidik dikala ini sedang mendalami dari mana materi kimia adonan vape itu, dijual ke mana saja, berapa biayanya, dan sudah berapa usang memproduksi.

BACA JUGA:  Grace Natalie: Entrepreneur Kebencian Berlagak Pahlawan

“Lewat online (jualnya) ada situsnya, ada web-nya. Kaprikornus dipesan gres diantar, ini ada Rp 600.000. Hati-hati seandainya beli di online untuk beli vape yang belum diketahui daripada isinya,” tandasnya.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI 35 tahun 2009 wacana Narkotika, dengan bahaya eksekusi seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling usang 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here