ILB dan GRBG Sepakati Pendanaan Proyek Infrastruktur Rp 17,1 Triliun

0
6
ILB dan GRBG Sepakati Pendanaan Proyek Infrastruktur Rp 17,1 Triliun
ILB dan GRBG Sepakati Pendanaan Proyek Infrastruktur Rp 17,1 Triliun

ILB dan GRBG Sepakati Pendanaan Proyek Infrastruktur Rp 17,1 Triliun
PT ICDX Logistik Berikat (ILB) dan Guangxi Road and Bridge Engineering Group (GRBG) setuju menjalin kolaborasi dan penandatanganan konsensus antara perusahaan Indonesia dan Tiongkok, di bidang pembangunan dan pengembangan infrastruktur.

President Director PT ICDX Logistik Berikat, Petrus Tjandra, mengatakan, kolaborasi yang dilakukan kedua belah pihak sejalan dengan visi pemerintah untuk menimbulkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia.

“GRBG sendiri telah menyetujui untuk menunjukkan pemberian atau support kepada PT ICDX Logistik Berikat (ILB) senilai Rp 17,1 triliun untuk proyek pembangunan infrastruktur dalam negeri,” ujar Petrus.

Sebelumnya , terperinci Petrus, pada tanggal 14 Oktober 2019, PT ICDX Logistik Berikat (ILB) telah melaksanakan penandatangan 2 Head of Agreement (HoA) dengan PT Jasa Sarana senilai total Rp 1,04 triliun dan juga PT Wijaya Karya (Persero) senilai Rp 5 triliun melalui fasilitasi PINA.

“Selain itu, PT ICDX Logistik Berikat (ILB) juga telah menandatangani HoA dengan PT Waskita Sriwijaya Tol senilai total Rp 7,45 triliun pada tanggal 16 Oktober 2019,” tambah Petrus Tjandra.

Petrus Tjandra mengatakan, pemerintah mengkalkulasikan bahwa kebutuhan pendanaan untuk sektor infrastruktur dalam 5 tahun kedepan hingga 2024 mencapai Rp 6.445 triliun. Kebutuhan yang besar ini, terhubung dengan pelaksanaan acara pemerintah yang telah menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020-2024).

“Prioritas pemerintah dalam RPJMN tersebut ialah memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Dalam lima tahun ke depan, Indonesia tetap akan fokus membangun infrastruktur yang akan berdampak pribadi secara sosial dan ekonomi,” tambahnya.

Menurut Petrus, perumusan kolaborasi strategis ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi lndonesna dengan penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur untuk menghubungkan hub industri dan ekonomi antar pulau dan dalam pulau.

BACA JUGA:  Boochani, Migran Manus yang Menangi Hadiah Sastra

“Perencanaan kolaborasi ini juga ditujukan meringankan beban finansial dan meningkatkan ketahanan finansial dengan membuat lapangan kerja baru,” pungkas Petrus Tjandra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here