Hak Veto Menko Dinilai Ringankan Beban Presiden

0
5
Hak Veto Menko Dinilai Ringankan Beban Presiden
Hak Veto Menko Dinilai Ringankan Beban Presiden

Hak Veto Menko Dinilai Ringankan Beban Presiden
Kewenangan hak veto seluruh menteri koordinator (menko) untuk menganulir kebijakan menteri yang tidak sejalan dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres KH Ma’ruf Amin dinilai tepat. Hak tersebut mampu memudahkan kerja Presiden.

“Menurut saya, ini juga mampu meringankan beban Pak Presiden alasannya yaitu sebelumnya, semua urusan itu harus hingga ke tangan Presiden. Kalau bisa, sudah diatasi di tingkat kemko (kementerian koordinator) dulu,” kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Hal itu disampaikan Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Muhadjir menyatakan, empat menko nantinya mempunyai kewenangan yang memudahkan koordinasi banyak sekali kebijakan dari para menteri.

“Kalau bayangan saya, selama ini, antara menteri dengan Presiden mampu langsung, sehingga posisi kemko adakala tidak cukup mempunyai kekuatan untuk mampu mengkoordinasikan,” kata Muhadjir.

Kabinet Indonesia Maju mempunyai empat menko yang bertugas membawahi 30 kementerian. Keempat menko itu yaitu Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menko PMK Muhadjir Effendy.

“Menko itu mampu memveto. Menko mampu memveto kebijakan atau peraturan-peraturan menteri yang dianggap bertentangan dengan kebijakan menteri lain, bertentangan dengan visi Presiden dan yang lainnya,” ungkap Menko Polhukam Mahfud MD.

Presiden Jokowi memang berpesan biar jajaran kabinet tidak melangkah sendiri melewati garis batas yang telah ditetapkan presiden-wakil presiden. “Tidak ada visi dan misi menteri. yang ada hanya visi misi presiden dan wakil presiden,” tegas Presiden ketika Sidang Kabinet perdana.

BACA JUGA:  Mahasiswa STAN Diingatkan Agar Tak Terpengaruh Radikalisme

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here