Pelaku Kasus Penyiraman Soda Api Frustrasi

0
1
Pelaku Kasus Penyiraman Soda Api Frustrasi
Pelaku Kasus Penyiraman Soda Api Frustrasi

Pelaku Kasus Penyiraman Soda Api Frustrasi
Polisi telah membekuk tersangka FY (29), pelaku masalah penyiraman cairan kimia di tiga tempat, di Jakarta Barat, Jumat malam. Pelaku diduga mengalami frustrasi atas pengalaman hidupnya.

Kendati demikian, menurut hasil investigasi kejiwaan sementara yang bersangkutan melaksanakan agresi teror itu secara sadar atau bisa mempertanggungjawabkan perbuatan dan tidak ditemukan halusinasi.

Psikolog Kasandra Putranto mengatakan, tersangka sudah menjalani investigasi kejiwaan tadi pagi. Namun, hasilnya belum lengkap.

“Dari yang kami peroleh tadi, setidaknya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, artinya sadar. Tidak ditemukan adanya indikasi ilusi atau halusinasi atau apaun yang bisa mewaspadai kesehatan jiwanya. Walaupun mungkin ada beberapa ciri khas khusus misalnya, keterbatasan kemampuan komunikasi atau membina kekerabatan interpesonal,” ujar Kasandra, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (16/11/2019).

Dikatakan Kasandra, tersangka mempunyai perasaan putus asa atas insiden yang pernah dialami, sehingga melampiaskannya kepada orang lain.

“Yang bersangkutan juga mempunyai perasaan putus asa atas insiden yang pernah dialami sebelumnya. Makara sebelumnya pernah mengalami kecelakaan jatuh dari lantai tiga, kemudian mengalami kesulitan untuk pembiayaan pengobatan. Nah sebab rasa murka dan frustasinya dilampiaskan kepada orang lain dengan impian orang lain mencicipi apa yang beliau rasakan,” ungkap Kasandra.

Menyoal apakah memang menargetkan korban perempuan, Kasandra menilai, tidak ada target khusus. Namun, mungkin sebab wanita lemah sehingga lebih mudah.

“Memang sebetulnya mungkin sebab ketidakberdayaan, hasilnya menjadi pilihan. Tapi sebenarnya, jikalau dari pelaku sendiri tidak ada tujuan khusus, target khusus bahwa memang mengejar wanita atau anak perempuan. Makara memang secara acak. Kebetulan saja, mungkin dikala sedang melaksanakan aksinya ya, yang paling gampang menjadi korban ialah anak wanita barangkali sebab lengah atau sedang tidak konsentrasi. Memang korbannya kebanyakan perempuan, tapi secara khusus tidak ada intensi bahwa korbannya perempuan,” katanya.

BACA JUGA:  Erajaya Ingin Tambah 300 Toko Baru

Sementara itu, Panit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Adi menuturkan, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya motif lain dari tersangka terkait agresi teror yang dilakukannya.

“Motif untuk lebih dalamnya masih pendalaman ditingkat penyidikan kami. Makara memang dilakukan secara acak, kemudian adanya dorongan dari kejiwaannya,” katanya.

Berdasarkan catatan, telah terjadi tiga kali masalah penyiraman cairan kimia, di Jakarta Barat. Kasus pertama menimpa dua siswi Sekolah Menengah Pertama berjulukan Aurel dan Prameswari. Mereka menjadi korban penyiraman cairan kimia oleh orang tak dikenal memakai sepeda motor, dikala pulang sekolah, di Jalan Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019) kemarin.

Cairan kimia itu menciptakan korban Aurel menderita luka bakar di bahu, tubuh dan tangan. Sementara, rekannya Prameswari mengalami luka ringan di bab tangan.

Tiga hari berselang, Jumat (8/11/2018), seorang pedagang sayur berjulukan Sakinah (60) juga mengalami insiden penyiraman cairan kimia dikala dirinya berjalan pulang ke rumah sesudah berdagang, di tempat Meruya. Korban mengalami luka bakar di punggung, leher dan kening.

Terakhir, enam pelajar SMPN 207 Jakarta, menjadi korban penyiraman cairan kimia, di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (15/11/2019) siang. Beruntung, para korban hanya mengalami luka ringan terkena cairan kimia yang juga berceceran dan meninggalkan bekas di jalan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here