Klarifikasi Berita Hoax Habib Umar bin Hafidz Ditangkap Densus 88

0
473
Habib Umar Bin Hafidz FB
Habib Umar Bin Hafidz FB

LEBIHCEPAT.COM – Klarifikasi Berita Hoax Habib Umar bin Hafidz Ditangkap Densus 88 Salah satu kabar yang sampai saat ini menjadi perbincangan dan menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah bakat dan juga netizen yaitu dikabarkan apabila salah seorang habib dan pendakwah yang sangat terkenal yang berasal dari Yaman bernama Habib Umar bin Hafidz ditangkap oleh Densus 88 setelah dirinya melakukan sebuah tablet di Samarinda dan ternyata kabar dari segelintir orang yang tidak bertanggung jawab tersebut langsung membuat heboh dan kericuhan di media sosial sehingga pihak kepolisian bersama panitia langsung memberikan klarifikasi terkait berita hoax atau kabar bohong yang beredar luas di medsos tersebut.

Habib Umar bin Hafidz ditangkap Densus 88 dipastikan adalah berita hoax alias berita bohong yang disebarkan oleh beberapa netizen yang tidak bertanggung jawab di mana pihak kepolisian dalam hal ini langsung memberikan peringatan keras kepada oknum netizen tersebut supaya tidak lagi melakukan penyebaran konten hoax yang bisa memecah belah umat Sehingga dalam hal ini polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan menangkap siapa saja yang menyebarkan berita hoax penangkapan Habib Umar bin Hafidz oleh Densus 88.

Seperti diketahui sebelumnya apabila sang pendakwah asal Yaman yaitu Al Habib Umar Bin Hafiz diisukan ditangkap oleh Densus 88 anti teror Polri ketika dirinya Tabligh Akbar di Kota Samarinda, kalimantan Timur pada tanggal 12 Oktober 2018 yang lalu selanjutnya melalui beberapa video yang tidak bertanggung jawab langsung viral dan disebarkan oleh netizen yang selama ini suka membuat gaduh di Indonesia sehingga polisi bersama panitia menegaskan apabila berita tersebut adalah berita hoax.

Salah satu akun yang menyebarluaskan berita hoax tersebut melalui akun Facebook diketahui bernama Valeria Donna Donovan dimana pada unggahan sejak hari Sabtu 13 Oktober 2018 yang lalu Akun tersebut mengunggah video dengan durasi 2 menit dengan tulisan provokasi yaitu Habib Umar ditangkap di Samarinda saat sedang ceramah. Selanjutnya pada video tersebut memperlihatkan apabila Habib Umar keluar dari Islamic Center yang dikawal oleh beberapa warga dan juga Densus anti teror 88 dengan senjata lengkap.

Sampai berita ini diturunkan video tersebut sudah diunggah sampai ribuan orang dengan ratusan komentar dimana selain diunggah melalui akun Facebook ternyata sang netizen yang tidak bertanggung jawab ini langsung Mengunggah video dengan narasi yang tidak benar melalui channel YouTube miliknya.

Klarifikasi berita hoax penangkapan Habib Umar bin Hafidz

Melihat terjadinya kegaduhan di media sosial dengan adanya berita hoax penangkapan Al Habib bin Hafidz oleh Densus 88, panitia tabligh akbar bersama pihak kepolisian Samarinda langsung melakukan klarifikasi terkait berita bohong tersebut di mana mereka menegaskan apabila video yang beredar merupakan video yang tidak bertanggung jawab dan sangat bohong alias hoax.

BACA JUGA:  14 Mobil Terbakar di Lahan Parkir Pinggir Rel Pademangan

Menurut Habib Hasyim bin Abdullah ketika dirinya memberikan klarifikasi di mushola Majelis Taklim Perumahan Villa Tamara Blok DD samarinda, apabila setelah dirinya melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian waktu itu pihak panitia memang sengaja meminta kepada aparat kepolisian supaya bisa mengamankan jalannya tabligh akbar yang diisi oleh Al Habib Umar Bin Hafiz.

Selanjutnya, menurut Habib Hasyim apabila panitia memang yang mengharapkan supaya Habib Umar benar-benar dijaga keamanan dan juga kenyamanan selama dirinya berada di Samarinda dengan melakukan antisipasi tersebut jalannya tabligh akbar ternyata berjalan dengan lancar dan juga nyaman dan dihadiri oleh ribuan masyarakat di mana ketika selesai ceramah, banyak dari masyarakat yang ingin menghampiri Habib Umar dan bersalaman sehingga pengamanan pun harus dijaga dengan ketat.

Sudah jelas kabarnya adalah berita hoax, saya selaku ketua panitia jadi ingin menjelaskan. Sebetulnya Brimob bersama pihak Kepolisian ikut mensukseskan kedatangan Habib Umar bin Hafidz, ketika ada beberapa polisi bersenjata lengkap hal tersebut adalah keinginan panitia supaya Habib Umar benar-benar nya selama beliau di Samarinda dan melakukan tabligh akbar. Kenapa kami menginginkan polisi bersenjata lengkap karena kami khawatir dengan adanya beberapa orang yang bisa saja mengganggu sehingga Hal inilah antisipasi untuk melakukan pengamanan dengan sebaik-baiknya. Jadi kami tegaskan, apabila berita yang menyatakan al Habib Umar bin Hafidz ditangkap Densus 88 adalah berita bohong,” tegas Habib Hasyim.

Dari pengakuan wakapolresta Samarinda AKBP Dedi agustono memberikan penjelasan apabila pihak kepolisian sama sekali tidak melakukan penangkapan kepada Habib Umar bin Hafidz dan dipastikan berita yang beredar luas bersama video tersebut adalah berita bohong atau berita hoax dikarenakan saat itu pihak kepolisian menyediakan 450 personil dari Polresta Samarinda dan gabungan Brimob, tNI, sampai Satpol PP untuk melakukan pengamanan supaya Habib Umar merasa nyaman saat berdakwah.

Sampai berita ini diturunkan tim cyber Polri terus melakukan pendalaman dan mencari penyebar konten hoax yang meresahkan tersebut terutama salah seorang netizen bernama Valeria Donna Donovan yang diklaim menjadi salah satu netizen yang pertama kali menyebarkan berita hoax penangkapan Habib Umar bin Hafidz oleh Densus 88.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here